Oleh: adul | 16 Juli 2008

DAFTAR JAJANAN DI KOTA BOGOR

Saya juga di sini cantumkan Tempat Jajanan di Kota Bogor (mungkin tidak semua karena data yang saya dapat hanya ini, kalau ingin menambahkan silahkan posting saja di comment supaya saya bisa memasukkan ke postingan ini sebagai tambahan).  Silahkan lihat di bawah ini: Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: adul | 16 Juli 2008

Info Untuk Penggemar Soto Bogor

Info ini saya dapatkan di milis bango-mania : dari Wira Yulianto

Info untuk para penggemar Soto Bogor yang sangat khas dengan kuah santan kuningnya. Ada beberapa tempat yang ‘harus’ dikunjungi untuk para penggemar Soto. Isi dari Soto Bogor ini pun beragam sesuai dengan selera, kita pun bisa memilih sendiri dengan tusukan khas atau garpu. Biasanya yang dihidangkan adalah daging sapi (bisa juga berupa empal goreng), jeroan sapi berupa iso/usus sapi, paru, jantung, limpa, lindah dan babat, juga kaki sapi atau urat. Sebagai pelengkap hidangan (tergantung selera) bisa ditambahkan perkedel, emping tangkil atau emping jengkol. Sementara untuk nasi bisa nasi putih dan ada juga tempat yang menghidangkan nasi uduk.

1. Soto Pak Salam Buka mulai dari jam 5 sore; karena saking ramenya biasanya sekitar jam 7 atau 7:30 malam sudah habis. Lokasi: Jl. Siliwangi, tidak jauh dari GG. Aut setelah Jl. Suryakencana, patokannya di sebesar Bank Mandiri – dekat Dunkin’ Donuts.

2. Soto Pak Dayat Buka mulai jam 5 sore sampai jam 9 malam. Lokasi: tepat diperempatan GG. Aut – antara Jl. Siliwangi dan Jl. Suryakencana, patokannya diseberang AlfaMart. Disini tersedia juga Soto dengan kuah bening dengan campuran lobak dan nasi uduk. Mantap dech!!

3. Soto Pak Yusuf Buka mulai dari jam 4 sore sampai dengan jam 8 malam. Lokasi Jl. Suryakencana, patokannya di depan Toko Favorite, tidak jauh dari BCA Suryakencana. 4. Soto Pak Bongkok Buka Jam 8 pagi sampai dengan jam 11 siang. Lokasi Jl. Suryakencana, patokannya di depan Toko Favorite, tidak jauh dari BCA Suryakencana.

Oleh: adul | 16 Juli 2008

Soto Bogor Bikin Lidah Bergoyang

OLEH: AGUS SALAM
Siapa yang tidak kenal soto Bogor? Makanan khas kabupaten Bogor Jawa Barat ini sudah menjadi makanan yang sangat terkenal. Jika berkunjung ke kota hujan tersebut, banyak tempat untuk menikmati kelezatan soto Bogor atau soto kuning yang ada di Bogor. Walaupun hanya beratapkan terpal atau duduk di pinggir jalan, rasanya tetap ‘raos’ (enak) dan membuat lidah bergoyang.
Kota Bogor ternyata bukan hanya dikenal dengan Kebun Raya atau puncaknya saja tetapi kini Bogor juga dikenal sebagai kota yang kaya jajanan kuliner. Bukan hanya di siang hari, di malam hari pun beragam jajanan mulai dari kaki lima hingga restoran menawarkan beragam makanan yang sangat variatif. Mulai dari asinan, taoge goreng, roti unyil, soto Bogor, hingga restoran khas Sunda yang tersohor enak.
Sebenarnya soto banyak dijumpai di Jakarta tetapi jika berkunjung ke kota hujan ini, rasanya kurang puas jika tidak mencicipi soto Bogor. Hampir di tiap deretan pedagang kaki lima di sepanjang jalan terutama di jalan Pajajaran banyak yang menjajakan soto Bogor.
Uniknya para pembeli dapat memilih sendiri isi soto tersebut seperti paru, babat, lidah, dan jeroan yang juga berwarna kuning karena direbus dengan kuah yang sama. Warna kuning soto itu sendiri sebenarnya berasal dari kunyit dan kentalnya berasal dari santan. Daging dan jeroan lalu dipotong-potong, ditaruh dalam mangkuk dan diberi daun seledri, bawang goreng dan disiram kuah kuning yang mengepul panas. ‘’Aroma gurih santan dan rempah langsung menusuk hidung. Sekali meghirup kuah soto Bogor yang gurih dan segar, bikin perut lapar,’’ kata Iwan seorang pembeli yang doyan soto Bogor ini.
Soto Bogor memang mirip seperti soto Betawi, isi sotonya bisa jeroan, bisa daging sapi, bisa dipilih sendiri potongan dagingnya yang kemudian akan dibumbui kecap, merica, daun bawang dan kemudian disiram kuah kuning terbuat dari santan yang telah diberi kaldu, dan dimakan sama nasi, sambal cabai hijau, dan emping. Anehnya, setiap hari soto Bogor yang dijual di sepanjang jalan selalu ludes dibeli konsumen, meski lokasinya cuma di emper-emper jalan.

Oleh: adul | 16 Juli 2008

Dolog Bantah Hambat Penyaluran Raskin

DRAMAGA – Satuan kerja (satker) beras untuk rakyat miskin (raskin) gudang sub Dolog Dramaga, Abdul Rahim membantah jika pihaknya mempersulit penyaluran raskin untuk warga Desa Cibunar Kecamatan Parungpanjang.

Menurutnya, Dolog tidak pernah menolak atau mempersulit kepala desa yang ingin meminta raskin. Namun, Dolog harus tetap mengikuti prosedur dari pusat, dimana daerah yang masih menunggak pembayaran raskin tidak akan dilayani permintaannya untuk penyaluran raskin.

“Kami tidak mempersulit dalam penyaluran raskin ini. Tetapi, kami harus mengikuti prosedur Bulog untuk menunda pengiriman raskin ke daerah yang masih menunggak pembayaran, sampai mereka melunasinya,” ujarnya ketika ditemui Radar Bogor, kemarin.

Terkait tudingan Kades Cibunar Mulya Sukmana, yang menilai Dolog mempersulit penyaluran raskin bagi Desa Cibunar, Rahim menganggap telah terjadi misskomunikasi. Pasalnya, Dolog hanya meminta keterangan dan bukti jika Desa Cibunar sudah melunasi tunggakan raskin berupa rekening pembayaran dari bank yang sudah ditunjuk.

Lalu, bagaiman jika suatu daerah belum membayar tunggakan tetapi mereka mendapatkan rekomendasi atau jaminan dari pemda setempat? Hal tersebut menurutnya, tetap tidak akan berlaku. Karena, ketentuan tersebut hanya berlaku tahun lalu. Dan tahun ini, sesuai ketentuan Bulog, rekomendasi ataupun jaminan tetap tidak akan berlaku.

“Kami memang sudah mendapat informasi jika Desa Cibunar sudah melunasi tunggakan raskin. Tetapi, kami meminta bukti berupa rekening pembayaran dari BRI,” kilahnya.

Jika pembayaran ini bisa dibuktikan, kata Rahim, pihaknya akan menyalurkan kembali raskin ke Desa Cibunar. Dari informasi yang diperoleh Radar, bukti tersebut akan diberikan kemarin.

“Jika bukti sudah diperlihatkan kepada kami, maka kami akan menyalurkan raskin mulai hari ini (kemarin, red) ke Desa Cibunar. Tetapi kami menegaskan, kami tidak mempersulit dalam penyaluran raskin. Dan kami akan tetap untuk menyalurkan raskin tersebut sesuai dengan program pemerintah,” tandasnya.(dkw)

sumber : radar-bogor.co.id

kota Bogor berhasil merebut medali emas pada Lomba ICT tingkat SMA program kelas akselerasi dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SLB Tingkat Jawa Barat pada tanggal 8-10 Juli 2008 di Hotel Ayong, Kuningan.

Lomba yang secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda yang bertempat di Pendopo Paramarta Alun-Alun Kabupaten Kuningan pada Selasa (8/7) lalu bertujuan untuk mewujudkan hak-hak semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus dalam upaya mengembangkan bakat, minat dan prestasinya dan juga untuk memberikan kesempatan kepada siswa SLB, siswa sekolah umum penyelenggara pendidikan inklusif dan siswa sekolah penyelenggara program akselerasi untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam bidang seni, olahraga, MIPA dan ICT.

Jenis lomba seni yang dilombakan diantaranya adalah seni lukis perorangan SLB B, menyanyi tunggal siswa SLB A, cipta dan baca puisi siswa SLB D/E, kemampuan merawat diri siswa SDLB-C1 serta orientasi dan mobilitas siswa SDLB-A. Ada juga olimpiade olahraga diantaranya catur siswa SLB, lari 100 meter perorangan SLB B/C, lompat jauh siswa SLB B/C, lempar soft ball SLB B/C serta lari dengan kursi roda perorangan SLB D. Sedangkan, lomba untuk siswa sekolah inklusif diantaranya menyanyi perorangan SD dan SMP, memainkan alat musik solo gitar siswa SD dan SMP, seni lukis siswa SD dan SMP jenis kelainan B/C/D/E, seni tari tradisional perorangan siswa SD dan SMP jenis kelainan BC/D/E serta membaca puisi siswa SD dan SMP jenis kelainan A/B/C/D/E. Dan lomba untuk siswa sekolah akselerasi antara lain MIPA SD, MIPA SMP, debat Bahasa Inggris SMP, ICT SMA serta lomba modeling perseorangan putri.

Dari 20 cabang lomba tersebut, Kota Bogor berhasil membawa pulang 7 medali. Untuk lomba ICT akselerasi SMA Kota Bogor merebut 2 medali sekaligus, Rizky Riri Kautsar dari SMAN 3 Bogor berhasil menjadi juara 1 sehingga mendapatkan medali emas yang akan membawanya dalam lomba yang sama di tingkat nasional bulan Agustus mendatang di Bali, dan juara harapan 2 oleh Aulia Irhamni Fajri dari SMA Insan Kamil Bogor. Selain itu, Kota Bogor juga meraih medali perak dalam lomba debat Bahasa Inggris akselerasi SMP oleh Syanina dari SMP Insan Kamil Bogor, juara harapan 2 MIPA SD akselerasi oleh Meisya dari SD Bina Insani, juara harapan 1 lari 100 meter perorangan siswa SLB B/C oleh Luthfi Bachtiar dari SLB B Dharma Wanita Bogor, juara 2 lomba menyanyi perorangan siswa SD inklusif oleh Syahruddin Ar-rasyid dari SDN 6 Semeru Bogor, dan juara 3 lomba memainkan alat musik solo gitar dan keyboard siswa SD inklusif oleh Igo Syaputra dari SDN Semeru 6 Bogor.

Pada LKS (Lomba Kompetensi Siswa) tahun ini Kota Bogor mengirimkan 17 siswa pilihannya diantaranya 6 siswa dari SLB, 5 siswa dari sekolah Inklusif, 2 siswa dari SMP Akselerasi, 3 siswa dari SMA Akselerasi, dan 1 siswa dari SD Akselerasi. Walaupun tahun ini Kota Bogor tidak berhasil menjadi juara umum, tapi prestasi yang sudah diraih ini adalah prestasi yang sangat mengagumkan dan membanggakan. Semoga prestasi yang telah dicapai ini bisa menjadi motivasi untuk pelajar khususnya di Kota Bogor agar bisa lebih meningkatkan prestasinya di tahun ajaran baru ini. (Aulia Irhamni/SMA Insan Kamil)

Oleh: adul | 11 Juli 2008

Hari Pertama, Delapan Mobil Digembok

BOGOR – DLLAJ Kota Bogor benar-benar merealisasikan program penggembokan mobil, kemarin. Pada hari pertama, delapan mobil digembok petugas DLLAJ karena kedapatan parkir sembarangan alias parkir di tempat terlarang.

Yang pertama merasakannya adalah Ny Dewi Damayanti (40). Dia kedapatan memarkir mobil Xenia-nya di Jalan Djuanda, tepatnya depan SMAN 1 Bogor. Mobil berplat B 1971 0I itu pun langsung digembok petugas setelah 15 menit diberi toleransi, tapi sang pemilik mobil tak kunjung datang.

Akhirnya warga Jalan Drupada Raya, Perumahan Indraprasta, Bogor Utara itu hanya bisa pasrah begitu mengetahui kendaraannya digembok dan tidak bisa lagi dijalankan. “Saya sedang mengantarkan anak saya ke sekolah. Karena buru-buru saya langsung saja parkir di sini. Saya tidak tahu kalau hari ini (kemarin, -red) ada program penggembokan. Terus untuk mengurusnya bagaimana Pak,” ujar Dewi,  yang tampak kebingungan di hadapan petugas.

Setelah mobilnya digembok, Dewi pun langsung menyerahkan STNK dan SIM karena harus ditilang patugas kepolisian. Selanjutnya mengikuti persidangan dan mengurus pembukaan gembok di Kantor DLLAJ Kota Bogor.

Aksi penggembokan kemarin sempat menjadi perhatian warga sekitar. Banyak warga yang datang dan sengaja mendekati petugas untuk menanyakan proses penggembokan. Di antara mereka ternyata masih banyak yang belum tahu program penggembokan mobil yang sudah tertuang dalam Perda dan Perwali tersebut. “Kalau penggembokan ini sanksinya apa. Ada polisi dan juga DLLAJ, jadi sanksinya dobel dong?,” tanya seorang warga kepada petugas.

Dari jalan di Jalan Djuanda, petugas melanjutkan penyisiran ke Jalan Surya Kencana dan Kapten Muslihat. Depan Kantor Kejaksaan Negeri Bogor petugas kembali mendapati enam mobil yang parkir persis di bawah rambu dilarang parkir. Setelah ditunggu selama 15 menit, sang pemilik tak kunjung datang, akhirnya enam mobil digembok petugas.

“Hari pertama kami menggembok delapan mobil yang parkir sembarangan. Di ruas-ruas jalan yang biasanya banyak mobil parkir sembarangan, tadi kosong melompong,” ungkap Kadis DLLAJ, Ahmad Syarif.

Penguncian roda kendaraan bermotor, kata Syarif, merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat berlalulintas dengan memberikan efek jera. ”Kami akan membentuk tim khusus agar pengawasannya lebih intens dan terpadu,” pungkasnya.(dra)

sumber :radar-bogor.co.id

Oleh: adul | 10 Juli 2008

BOGOR KOTA SERIBU TOWER

Bogor Kota Sejuta Angkot

Setelah Bogor dijuluki Kota Hujan, Bogor Kota Sejuta Angkot (SCTV), lalu dijuluki lagi dengan Bogor Kota Copet (Metro TV). Nah Apalagi julukan kota Bogor?.

Bogor Kota Seribu Tower (Radar Bogor)

Bisa-bisa aja nih….kayaknya asal ngarang aja kali apa emang kenyataan?. Saya copy dari “radar bogor” :

Julukan Baru Bogor, Kota Seribu Tower
Majukan Tower Bersama

CIBINONG – Setelah dijuluki kota hujan dan kota sejuta angkot, Bogor kini memiliki julukan baru yakni kota seribu tower. Itu lantaran dalam kurun 10 tahun terakhir ini, ribuan tower Base Transceiver Station (BTS) bermunculan bak jamur di musim hujan.
Kasubbag Pengkajian Hukum Farid Ma’ruf saat penyuluhan hukum di Kantor Desa Pemagarsari Kecamatan Parung Selasa (18/6) lalu memaparkan, sebanyak 1.300 tower tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, yang memiliki izin resmi hanya sekitar 400 tower.
Farid berharap, masyarakat turut mengantisipasi timbulnya dampak dari berkembangnya tower karena memiliki dua risiko yakni gangguan frekuensi dan faktor cuaca. Sebab, ketinggian tower bisa berpengaruh pada banyaknya petir saat musim hujan.
Ketika dikonfirmasi ke Kasi Perizinan Dinas Cipta Karya (DCK) Kabupaten Bogor Edi Wardhani mengenai banyaknya tower yang tidak ber-IMB, dia menegaskan bahwa jumlah tower yang ada belum sebanyak itu.
“Tidak ah tidak sebanyak itu. Dari data kami, tower yang berizin sekitar 400 buah dan yang sedang memproses izin angkanya di bawah 100 buah,” katanya saat ditemui Radar Bogor di ruang kerjanya, Jumat (20/6).
Dia menambahkan, DCK hanya mau mengeluarkan izin pendirian tower bila persyaratan telah terpenuhi. Diantaranya izin peruntukan pengunaan tanah (IPPT) dari Distarling, izin dari ATS, Dishub dan lainnya. “Ke depan, kami merencanakan pembuatan izin (tower) bersama dengan melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bogor Wawan Risdiawan mengatakan, Pemkab Bogor harus mulai membatasi izin pendirian tower BTS tersebut yakni dengan menjalankan keputusan Menkominfo tentang izin tower bersama. “Jika tidak diatur batas tower itu, efek negatifnya dapat merugikan masyarakat,” katanya.
Politisi PDIP itu menjelaskan, warga Perumahan Bogor Asri mengeluhkan barang-barang elektroniknya rusak akibat tersambar petir, karena penangkal petir di tower sekitar rumah warga tidak berfungsi.
“Dengan banyaknya pembangunan tower di Bogor, sekarang julukannya tidak lagi kota sejuta angkot, tapi sudah menjadi kota seribu tower,” ujarnya.
Maka dari itu, dia berharap kepada  pengusaha yang menginvestasikan di Kabupaten Bogor agar menempuh prosedur yang berlaku. Pasalnya, jika prosedur itu dilanggar maka masyarakat yang merasakan kerugiannya. (sal)

sumber : radar-bogor.co.id

Parkir di sembarang tempat? Jangan sampai terjadi. Jika itu dilakukan, mobil Anda akan digembok petugas Dinas Lalulintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor.
Sesuai jadwal, hari ini merupakan hari pertama pemberlakuan sistem gembok terhadap mobil yang parkir sembarangan di Kota Hujan ini.
Untuk memaksimalkan persiapan, alat penggembok mobil didemonstrasikan di Kantor DLLAJ, kemarin.  Kepala Dinas DLLAJ Kota Bogor Ahmad Syarif menandatangani langsung surat edaran pemberlakuan penguncian roda kendaraan bermotor tersebut. Dalam surat bernomor 551.11/762-DLLAJ diumumkan bahwa tanggal 10 juli 2008 gembok mobil mulai beraksi.
Program tersebut merujuk Perda Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Lalulintas dan Angkutan Jalan pasal 73 ayat (2) dan Perwali Nomor 49 Tahun 2005 tentang Pemindahan Kendaraan Bermotor dan Penguncian Roda Kendaraan Bermotor.
Usai digembok, pihak kepolisian harus menilangnya. Ini sesuai dengan UU No. 14 Tahun 1992 pasal 61 Ayat 1 tentang parkir sembarangan. Semua ada ketentuannya. Jadi, kami memiliki dasar hukum kuat.

Khawatir Keselamatan Siswa, Sempat Ditolak untuk Membantu

SDN Jasinga 04 sudah berdiri megah di atas lahan seluas 1.472 meter persegi, berkat bantuan dari para donatur yang berasal dari Belanda dan warga sekitar. Pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp900 juta ini, melalui proses cukup panjang. Bagaimana Yayasan Jasinga tertarik membantu sekolah ini?

Begitu memasuki halaman SDN Jasinga 04, kita akan melihat beberapa ruangan, termasuk ruang kelas yang dilengkapi dengan tulisan nama kelas dan guru yang mengajar di kelas tersebut. Terlihat pula lapangan olah raga yang sudah dibeton dengan satu papan ring basket yang berdiri tegak.

Pemandangan ini berbeda dengan kondisi sebelumnya. Beberapa ruang kelas terlihat rapuh dan sudah sangat tidak layak untuk digunakan untuk kegitan KBM. Ketua Yayasan Jasinga Els Greets kala itu sedang berkunjung ke Jasinga bersama suaminya, Mr Arnold yang merupakan penduduk asli Jasinga guna melihat keadaan kerabatnya.

Sejak itulah, ia melihat kondisi bangunan yang sangat mengkhawatirkan. Muncul pikiran di benak Els ‘bagaimana jika sekolah itu ambruk dan mengenai para siswa yang sedang belajar?’. Ia bersama suaminya lantas berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa pembangunan gedung sekolah, dengan mengajak beberapa donatur yang berasal dari negaranya.

Saat itu pula, ia menghubungi rekannya Mr Wim Duisters untuk membantunya mencari para donatur. Kebetulan, Mr Wim tinggal di Indonesia dan memiliki kenalan yang bisa membantunya. Namun, usaha Mr Wim sempat mendapat kesulitan. Karena, warga Jasinga masih sulit untuk menerima warga asing. Bahkan, Mr Wim sempat diberi nasihat oleh salah seorang tokoh masyarakat sekitar untuk tidak menganggu warga Jasinga.

“Saat itu, saya diberi tahu agar tidak berbuat macam-macam di Jasinga,” ujarnya dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Namun, karena tekadnya ingin membantu pendidikan di Indonesia terutama membantu anak-anak Jasinga dalam memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas, Mr Wim pun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan dan bantuan yang akan diberikan oleh warga Belanda. Akhirnya, tokoh masyarakat tersebut ikut membantu dan menjadi bagian dari donatur dengan mewakafkan tanahnya untuk dijadikan gedung sekolah.

Setelah itu, proses perencanaan pembangunan pun mulai dilakukan. Namun, prosesnya tak semulus apa yang dipikirkan Mr Wim. Karena, pembangunan sempat berhenti karena anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan sekolah.

Berkat kerja kerasnya dan bantuan dari beberapa donatur, pembangunan pun berjalan kembali. Bahkan, selain pembangunan ruang belajar, Yayasan ini juga menyumbangkan beberapa fasilitas lainnya serta memberikan bantuan berupa beasiswa serta memberikan perlengkapan belajar kepada siswa yang tidak mampu dan beasiswa kepada guru untuk melanjutkan pendidikannya sampai tingkat diploma 2. “Niat kami ini murni ingin membantu anak-anak sekolah untuk mendapatka pendidikan yang layak. Karena, kami (warga Belanda, red) sangat menyayangi anak-anak ini,” kata Mrs Els.(*)

(Diky Wahyudi)

Fasilitas Lebih Lengkap, Mirip Perguruan Tinggi

Pendidikan merupakan salah satu indikator dalam peningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat(IPM) di berbagai daerah. Begitu pun di Kecamatan Jasinga. Namun, masyarakat disana, belum sepenuhnya bisa merasakan pendidikan yang baik dan berkuaitas. Terlebih lagi sarana dan prasarana yang dimiliki belum memadai.

Meskipun kegiatan belajar mengajar (KBM) di beberapa sekolah diliburkan, namun, puluhan siswa berseragam batik berwarna merah dengan bawahan putih berkumpul di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jasinga 04.

Mereka tengah asyik bermain seluncuran dan ayunan yang disediakan di sekolah itu. Fasilitas ini memang berbeda dengan sekolah SD lainnya, karena fasilitas seperti ini hanya tersedia di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) atau PAUD. Begitupun dengan di sekolah yang berada di Desa Pamagersari ini. Sebelumnya, sekolah tersebut tidak memiliki fasilitas memadai. Bahkan, lapangan dan lokal belajar pun tidak seperti sekarang ini.

Namun, ada satu yang menjadi perhatian siswa. Sekolah tersebut mendapat kunjungan warga Belanda. Mereka pun bertanya-tanya, apa yang membawa warga asing tersebut datang sekolah yang sebelumnya rusak parah itu?

Ternyata, mereka datang untuk meresmikan sekolah tersebut. Maklum, sekolah itu dibangun atas bantuan yang diberikan Yayasan Jasinga asal Belanda dan donatur setempat.

Memang, Yayasan Jasinga memberikan bantuannya untuk memberikan fasilitas dan memperbaiki gedung sekolah yang hampir enam tahun rusa. Akibat kerusakan itu, aktifitas KBM di sekolah tersebut sempat terganggu.

Melihat kekhawatiran itulah, ketua yayasan Jasinga Els Geerts, berinisiatif memberikan bantuannya dengan memperbaiki gedung dan menambah beberapa ruang serta fasilitas sekolah yang belum dimiliki.

“Kami melihat, mereka (siswa,red) berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, dengan gedung sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Els.

Sekarang, sekolah tersebut memiliki fasilitas yang  lengkap. Dengan anggaran sekitar Rp900 juta, sekolah sudah memiliki fasilitas yang berbeda dengan sekolah lainnya yang ada di kecamatan Jasinga. Fasilitas tersebut antara lain,  enam lokal belajar, ruang laboratorium komputer dengan dilengkapi komputer sebanyak 10 unit, musala, perpustakaan dan lima WC.

“Dengan fasilitas yang dimiliki SDN Jasinga 04, sekolah ini lebih mirip dengan perguruan tinggi. Dan ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan pendidikan di Kecamatan Jasinga,” ujar Camat Jasinga Pandji Ksatriadi yang ikut serta dalam peresmian itu.(*)

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori