Oleh: palembur | 20 Februari 2012

Kronologi Ambrolnya Jembatan Cihideung

Tim SAR Bogor masih mencari korban jembatan Cihideung, Kecamatan Ciampea Bogor Jawa Barat, yang ambruk, Minggu (19/2/2012). Kala peristiwa terjadi, jembatan hanyut bersama 9 orang yang ada di atasnya.

Para korban yang hanyut itu tengah dalam perjalanan pulang dari acara Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayah Kampus Dramaga IPB, Minggu sekitar 10.00 WIB. Saat melintas di atas jembatan bambu itu, warga jatuh ke dalam Sungai Cihideung yang tengah mengalir deras akibat hujan.

Berikut kronologinya;

  • Pukul 09.00, rombongan ibu-ibu dan anak-anak sebanyak 22 orang, warga Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pulang dari acara Maulid di Cibanteng. Mereka melanjutkan perjalanan ke Kampus IPB Dramaga (Dermaga) untuk meneruskan menghadiri acara Mauludan, yang ternyata tidak ada. Warga pun pulang.
  • Pukul 10.00, warga menyeberangi jembatan dala dua kelompok. Pada saat kelompok kedua menyeberang, jembatan yang lapuk itu goyang lalu ambruk.
  • Korban terjatuh ke Sungai Cihideung yang mengalir deras. Arus air deras karena kawasan Bogor dan sekitarnya diguyur hujan sejak Sabtu sore. Beberapa korban yang selamat segera mencari pertolongan.
  • Pukul 11.00, warga mulai mencari korban di Sungai Cihideung, dan sebagian lainnya membentuk Posko informasi
  • Pukul 13.00, korban pertama bernama Umamah (45), warga RT 01/RW 03, ditemukan di sungai di dekat Gunung Leutik dalam kondisi meninggal.
  • Pukul 14.00, data korban dapat divalidasi, yakni 14 orang selamat, 7 orang hilang, dan 1 orang ditemukan meninggal.
  • Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang diperkirakan hanyut di sungai tersebut. Adapun korban selamat sudah pulang ke rumah masing-masing. Korban selamat pada umumnya mengalami luka ringan, seperti lecet dan shock akibat peristiwa tersebut.
  • Berikut nama-nama korban hanyut yang didata oleh petugas SAR:1. Eka binti Eman (9), warga RT 06/RW 02 Kampung Pabuaran
    2. Rafi bin Eman (5), adik Eka
    3. Ajay bin Engkos (9), warga RT 04/RW 02
    4. Jahra bin Juli (6), warga RT 06/RW 02
    5. Umamah (35), warga Kampung Cibanteng RT 01/RW01 Kampung Cibanteng Proyek
    6. Maesaroh bin Haris, anak Umamah
    7. Tia binti Jamal (10), warga RT 04/RW 02
    8. Dini binti Junaidi (10), warga RT 06/ RW 02

sumber : kompas.com, bobaronline.com


Responses

  1. salam..
    punten kang ‘OOT’, dupi di kec. tenjolaya aya SMP Al-Jihad? dupi upami terang nomor telepon na kang.

    nuhun pisan kang kanggo bantosan na.

    • Salam balik, Nomor Teleponna abdi teu terang. Ngan alamatna aya di Desa Gunung Malang. Mudah-mudahan aya nu ngajawab atuh urang Gunung Malang.

  2. Innalillahi wainnailaihi rojiuun…..Selaku warga Tenjolaya saya turut perihatin dan berduka cita. Semoga pemerintah kecamatan tenjolaya dan warga peka dengan keadaan. Zaman telah modern, tapi masih ada jembatan gantung reot dari bambu…Masya Alloh!

  3. astagfirullah, banyak sekali hal2 kecil tapi sangat penting yang terabaikan oleh pemerintah. Banyak sekali jembatan alternatif yang roboh gara2 hujan angin. Semoga pemerintah segera bertindak cepat untuk menangani masalah seperti ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: