Oleh: burahong | 23 Mei 2009

Petani Keluhkan Modal

Petani Keluhkan Modal

Posted using ShareThis

gnsalaksawahTENJOLAYA – Industri berbasis pertanian di Tenjolaya perlu mendapat perhatian. Ini guna mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi. Untuk itu, Pemkab Bogor diharapkan dapat mengucurkan bantuan modal bagi petani. “Kesulitan yang kami hadapi dari dulu yakni masalah permodalan,” ujar Ketua Kelompok Tani (Poktan) Agung Tani, Desa Cibitung, Asfahandi kepada Radar Bogor.

Saat ini petani butuh perhatian nyata berupa subsidi pupuk, bibit unggul, obat-obatan hingga modal. “Kami belum merasakan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Hal sama disampaikan seorang petani Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Ujang (53). Menurut dia, untuk sekali tanam katuk dengan luas lahan 6.000 meter persegi diperlukan modal sekitar Rp1 juta. “Harga katuk relatif stabil yaitu Rp2.000 per kilogram,” katanya. (luc)


Responses

  1. Seharusnya kesadaran untuk membangun sebuah wilayah muncul pada saat rakyat memiliki inisiatif,karena masyarakat sudah otomatis bisa bergerak dan pendanaan dari pusatpun sudah pasti siap mengalir. dan alhasil kemajuan akan ada diwilayah tersebut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: