Oleh: burahong | 16 Januari 2009

Menyusuri Area Curug Cipiit di Desa Malasari Kecamatan Nanggung (1)

Ketinggian Mencapai 70 meter, Pengunjung tak Boleh Berenang

Satu lagi potensi wisata di Desa Malasari Kecamatan Nanggung yang belum tergali. Curug Cifiit (Cipiit, red) adalah satu di antara enam curug kebanggaan warga Desa Malasari. Seperti apa?

Dari enam curug di Desa Malasari, Curug Cipiit merupakan salah satu curug yang potensial sebagai objek wisata andalan di Desa Malasari. Pemerintah desa pun terus membenahi serta mempromosikan curug tersebut agar semakin terkenal.

Salah satu upayanya adalah membuka akses jalan menuju curug yang berada di kawasan Taman Nasioanl Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini. Untuk mencapai lokasi ini tidak mudah, seperti curug lainnya yang ada di Kabupaten Bogor.

Pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer dengan berjalan kaki dan menelusuri jalan setapak yang licin dan terjal dari hutan menuju Desa Malasari. Belum lagi sepanjang 5 kilometer perjalan yang harus ditempuh dari Desa Malasari. Tapi, perjalan ini tak sesulit ketika pengunjung mulai memasuki akses jalan menuju curug. Soalnya, pengunjung bisa menggunakan kendaraan bermotor dengan kondisi jalan yang beraspal dan mulus.

Yang paling membedakan, untuk mencapai Curug Cipiit pengunjung harus menuruni bukit yang memiliki kemiringan sekitar 45 derajat. Meski tidak menimbulkan lelah, kaki pasti terasa pegal dan gemetar karena menahan beban badan. Pengunjung  tetap harus berhati-hati, terlebih jalan setapak seluruhnya beralaskan tanah merah sehingga menambah licin jalan tersebut.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah desa membuat jalur dengan membentuk tangga berpenahan bambu. Ini membuat kekhawatiran dan pertanyaan pengunjung, bagaimana caranya kembali setelah mencapai lokasi curug dengan jalan menanjak.

Mencapai Curug Cipiit cukup sulit, tapi begitu melihat curug yang memiliki ketinggian air terjun 70 meter ini, mampu menghilangkan pertanyaan dan kekhawatiran pengunjung dengan ketakjuban yang luar biasa. Air yang mengalir deras ini pun terlihat jernih tanpa terkontaminasi zat-zat berbahaya.

Ada satu yang harus diperhatikan dan ditaati seluruh pengunjung, yakni tak boleh berenang atau menyelam di pusat jatuhnya air terjun. Hingga saat ini pengelola dan penjaga curug belum mengetahui seberapa dalam tempat tersebut.

Pengunjung hanya diperkenankan mandi dan melakukan aktivitas di tempat lain yang kedalamannya diketahui. Selain itu, pengunjung juga harus berhati-hati saat menaiki batu-batu besar di sekitar curug. Selain licin, ketajaman batu menjadi ancaman terjadinya kecelakaan meskipun belum pernah terjadi hal seperti itu.

“Kami pun belum mengetahui berapa kedalaman tempat itu. Larangan ini dibuat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan itu harus ditaati pengunjung,“ ujar penjaga Curug Cipiit Alim(43). (dkw)


Responses

  1. please put the picture ya……

  2. Dengan hormat,
    Kelompok Tani Family Mandiri yang di promotori oleh pak Widodo di Kec.Nanggung dalam budidaya Jamur Tiram, kami mohon diberikan no.telepon atau HP yang dapat dihubungi.
    Atas bantuan nya diucapkan terima kasih

  3. minta rute dari kota bogor menuju desa malasari


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: