Oleh: adul | 13 Desember 2008

Bertahan Meski tak Pernah Dapat Bantuan Pemkab

Umumnya pelaku usaha kecil memulai usahanya dengan modal minim. Banyak pula pengusaha ini gulung tikar karena kekurangan modal. Namun, beberapa pengusaha kecil ini mampu bertahan di tengah hantaman krisis ekonomi. Seperti apa?

Ukar (43), warga kampung Pasiripis RT 17/4 Desa Situdaun Kecamatan Tenjolaya, salah satu pelaku usaha kecil yang mampu bertahan. Pengrajin anyaman bambu ini mampu memproduksi anyaman bambu seperti ayakan, kipas dan tikar meskipun pangsa pasarnya sudah mulai berkurang.

Kehancuran usahanya pun sudah membayangi pria yang hampir 14 tahun menekuni bidang ini. Tapi, berkat kegigihannya ia mampu bertahan saat pengrajin lainnya yang memproduksi produk yang sama dengannya gulung tikar.

Ia pun menceritakan awal mulanya membuka usaha anyaman dari bambu. Dengan modal seadanya, ia mulai membeli bahan-bahan baku untuk membuat anyaman. Tidak lantas produknya membuahkan hasil dan sukses di pasaran. Ia pun harus rela mengalami kerugian dan kerusakan sebagian produknya.

Tapi, berkat kegigihannya terus berjuang mengembangkan usahanya yang baru beberapa hari dibuatnya. Akhirnya, produk buatannya mampu menarik perhatian warga setelah ia berinisiatif untuk memajang beberapa produknya di depan halaman rumahnya.

Melihat ide yang ia terapkan, banyak yang beranggapan jika ia memiliki pengetahuan pemasaran yang baik. Tapi, pengetahuan pemasarannya ini berasal dari dirinya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun termasuk pemerintah.

Waktu terus berjalan, sedikit demi sedikit, jumlah produksinya meningkat seiring dengan permintaan yang banyak dari pelanggannya. Ia pun terpaksa mengembangkan sayapnya dengan merekrut tenaga kerja untuk membantunya.

Namun, pada 2000, usahanya kembali mengalami kehancuran. Minimnya pesanan menjadi fakto utamanya. Ia pun kembali mengambil keputusan untuk mengurangi tenaga kerjanya dari lima orang menjadi dua orang.

Tetapi yang patut dibanggakan, hingga saat ini usahanya masih berjalan, meskipun tidak seperti sebelumnnya. Padahal, usaha yang dirintisnya tidak pernah mendapatkan bantuan sedikit pun dari pemerintah baik itu modal maupun pembinaan.‘’Saya bersyukur usaha ini bisa bertahan. Padahal saya tidak pernah mendapatkan bantuan sedikit pun dari Pemkab Bogor,’’ ujarnya.(*) sumber : radar-bogor.co.id
(Diky Wahyudi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: