Oleh: adul | 28 September 2008

Penyegelan Diduga Ada Provokator

Camat Tenjolaya Abdulah Sjirodz menduga ada provokator yang memicu aksi penyegelan kantor Desa Gunungmalang oleh warga yang tidak kebagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap kedua, Rabu (25/9) lalu.

“Tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang hendak memperkeruh suasana di desa Gunungmalang, sehingga mereka (provokator,red) mencoba menghasut warga untuk melakukan aksi demonstrasi hingga penyegelan,” kata Abdulah.

Hal tersebut terbukti, saat dialog dengan dengan warga, masalah sudah dapat diatasi. Warga pun menerima hasil dialog , menunggu penyaluran BLT hingga kartu penerima BLT di distribusikan.

“Sampai saat ini kami belum menerima kartu untuk penerima BLT dari kantor pos. Kami pun tidak mempunyai wewenang untuk menyalurkan BLT tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota  Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor, Atang Suryadimulya mengatakan, penyegelan kantor desa seharusnya tidak perlu terjadi. Terlebih lagi, tuntutan warga yang meminta dan menuntut kades untuk membagikan BLT tidak mendasar.

Karena, kades tidak berhak menyalurkan program bantuan pemerintah. “Ini salah persepsi, karena kades tidak memiliki wewenang untuk pendistribusian BLT melainkan melalui kantor pos,” ujarnya ketika ditemui Radar Bogor, kemarin.

Selain itu, Atang yang juga sebagai Kepala Desa Cihideungilir mengatakan, BLT merupakan program yang bisa menjadi masalah bagi kades. Hal ini dapat dilihat dari pendistribusian BLT tahun 2005 silam. “Banyak pada kades yang menjadi sasaran amuk warga karena tidak puas dengan penyaluran BLT yang tidak merata,” ujarnya.

Ada kemungkinan, aksi yang dilakukan warga desa Gunungmalang merupakan aksi yang dipicu karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak desa maupun kecamatan tentang penyaluran BLT. Sehingga masyarakat tidak paham tentang proses pendistribusian BLT.

“Mungkin juga ada provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena kades tidak memiliki wewenang untuk mendistribusikan BLT,” katanya.

Ia pun lebih memilih program lainnya dibandingkan BLT, salah satu contoh dengan menyalurkan bantuan bagi pendidikan gratis, dana perguliran dan lainnya.(dkw) sumber radar-bogor.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: