Oleh: adul | 28 September 2008

Kembali Datangi Kantor Desa setelah Ada Isu Pembagian BLT

Warga Segel Kantor Desa

TENJOLAYA – Setelah meng-ontrog kantor Desa Gunungmalang Kecamatan Tenjolaya Selasa (24/9), kemarin ratusan  keluarga miskin yang tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap dua menyegel kantor desa yang dipimpin oleh Deden Sutisna.

Penyegelan dipicu oleh isu adanya pembagian BLT tahap kedua di kantor Desa Gunungmalang, Rabu (24/9). Nyatanya, ketika warga tiba di kantor d,esa Deden Sutisna dan stafnya tidak ada di tempat alias kantor tersebut kosong melompong.

Merasa dipermainkan, emosi warga memuncak. Sebagian warga yang emosi mencari balok kayu dan menempatkannya di pintu masuk kantor desa dengan memaku balok kayu tersebut.

Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepala desa yang dianggap tidak becus dan tidak memihak kepada warga. Beruntung, warga masih bisa meredam emosi dengan tidak merusak kantor desa.

“Kami akan tetap menyegel kantor ini sampai kepala desa membayarkan BLT kepada kami,” ujar Dadang (35) warga Kampung Mekarjaya RT 03/01 Desa Gunungmalang kepada Radar Bogor, kemarin.

Mengetahui ada penyegelan, salah satu staf Kecamatan Tenjolaya memberanikan diri untuk menghampiri warga yang sedang emosi. Staf kecamatan tersebut berniat mengajak warga untuk berdialog dengan Camat Tenjolaya Abdulah Sjirodz, Kapolsek Ciampea AKP Rony Mardiatun dan Kepala Desa Gunungmalang Deden Sutisna.

Mendapatkan pengertian dari staf desa, warga langsung menuju kantor kecamatan untuk berdialog.

“Kita akan menggajukan untuk menggunakan data 2005, karena data ini sudah mewakili semua warga. Selain itu, ini juga atas permintaan warga yang berdemo,” ujar Sjirodz.

Sementara Kepala Desa Gunungmalang Deden Sutisna terlihat bingung dengan kejadian tersebut. Ini karena sebelumnya ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Ia juga menuturkan, penerima BLT di desanya sudah menggunakan data hasil verifikasi.

“Memang setelah dilakukan verifikasi penerima BLT hanya mencapai sekitar 682 orang. Ini berbeda dengan data 2005 yang mencapai 1.173 orang,” tandasnya.(dkw)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: