Oleh: adul | 25 Juli 2008

Supir Angkot Bentuk Komunitas Tanpa Rokok

Harus Berani Tegur Perokok!

BANTARJATI – Setelah Dinas Kesehatan Kota Bogor menyosiasialisasikan Perda No 8 Tahun 2006 kepada para sopir Angkutan Kota (angkot) terkait larangan merokok di kendaraan umum, giliran para sopir memberikan tindak nyata dengan membentuk komunitas angkot tanpa rokok.

Hal itu terungkap pada pertemuan yang dihadiri pembicara Fuad Bardha, Habib Nazer dan Asisten Sosek Indra M Roesli yang memaparkan bahaya merokok di aula PMI Cabang Kota Bogor, kemarin.

Ketua KKSU 12 Endang Ruhyat mengatakan pihaknya akan ikut mengawasi para sopir angkot untuk menjalankan kewajibannya. “Kami akan ikut mengawasi. Kalau ada yang lalai kami akan menegur. Ini bentuk kesepakatan kami,” janjinya.

Sopir angkot sebagai penguasa mobilnya wajib menegur dan meminta penumpang mematikan rokok selama berada dalam mobil. Sementara penumpang khususnya perokok pasif harus berani menegur mereka yang merokok di angkot. Sebab, perda dan sanksinya sudah jelas.

Menurut petugas Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinas Kesehatan dr Adelia Rahmi, kegiatan ini bertujuan mewujudkan penyedia jasa sopir mengetahui perda dan menerapkannya. “Adanya komunitas angkot tanpa rokok ini dapat dilihat dari stiker yang sudah ditempel di angkotnya,” katanya. Pada stiker itu tertulis Angkot Bebas Asap Rokok.

Ia mengatakan langkah ini sebagai pilot project yang selanjutnya akan dipantau. “Kan informasi ini belum semuanya mengetahui,” ujarnya. Nah, mereka yang masuk dalam komunitas tersebut ada lima sopir per trayek.

Apa tugas mereka? “Sopir angkot pengendali situasi dan penegak. Mereka diharapkan menjadi teladan,” tandas Adel yang berharap para sopir tidak melepas stiker tersebut.

Disamping itu, penumpang juga aktif menerapkan perda denagn ikut menegur jika ada yang melakukan kelalaian merokok dalam angkot. “Harus memunculkan kembali keberanian menegur perokok khususnya di angkot mulai dari sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Angkutan DLLAJ Suharto mengatakan pihaknya ikut menyukseskan program ini dengan menempel stiker yang sudah berlangsung tiga tahun lalu. “Sekarang kami konsisten dengan bertemu melakukan sosialisasi pada KKSU dan organda guna mengevaluasi kendala di lapangan,” tandasnya.

Adapun penerapan sanksi sosial dilakukan jika pihaknya menemukan kelalaian di angkot. “Sanksinya berupa teguran. Kan malu kalau ditegur di depan orang banyak. Intinya mengedepankan cara beretika merokok,” ujarnya.(rtn)

radar-bogor.co.id


Responses

  1. muhun atuh

    Emang loba ngudud kitu bun?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: