Oleh: adul | 25 Juli 2008

Geliat Petani Sawi Kecamatan Tenjolaya di Musim Kemarau

Diuntungkan dengan Harga Tinggi di Musim Kemarau

Musim Kemarau menjadi momok menakutkan bagi para petani sawi. Gagal panen merupakan ancaman bagi petani sawi yang berdampak terhadap mahalnya harga sawi. Namun berbeda dengan petani sawi di Kecamatan Tenjolaya. Kecamatan yang berada di dataran tinggi kaki Gunung Salak ini malah diuntungkan dengan tingginya harga sawi. Bagaimana keuntungan yang didapatkan petani sawi Kecamatan Tenjolaya?

Kecamatan Tenjolaya tidak kesulitan mencari air kendati musim kemarau berlangsung. Mata air Gunung Salak yang tidak pernah kering memberikan keuntungan tersendiri bagi petani sawi.

Geliat petani sawi di Kecamatan Tenjolaya terus meningkat. Beberapa wanita paruh baya terlihat sibuk melakukan aktivitasnya di lahan pertaniannya masing-masing. Nampak dari mereka sedang memetik hasil panen, salah satunya Nuriyah (55), petani sawi asal Desa Tapos I. Perempuan yang mengenakan jilbab hitam ini sedang memanen hasil pertaniannya. Yang menarik, hasil pertanian mereka tidak mengalami gagal panen meskipun sudah memasuki musim kemarau.

“Alhamdulillah kang, ayeuna sayuran abdi teu rarusak (Alhamdulillah Mas, sekarang sayuran saya tidak pada rusak),” ujarnya.

Memang, musim kemarau ini menjadi keuntungan baginya untuk mendapatkan hasil maksimal. Berbeda dengan musim hujan beberapa waktu lalu. Di musim hujan sawi banyak mengalami gagal panen karena terendam air.

Dari hasil panen inilah para petani bisa mendapatkan untung dua kali lipat dari hari biasanya. Di musim itu harga sawi mengalami kenaikan karena permintaan pasar yang tinggi, sedangkan persediaan sawi sangat kurang.

Faktor inilah yang terus terjadi di musim kemarau. Harga sawi tetap dikisaran Rp2.500/Kg dan ini menjadi keuntungan bagi mereka yang panen dimusim kemarau. “ Ayeuna sawi sakilona dijual dua rebu lima ratus rupiah, emang ayena hargana tinggi (sekarang sawi dijual dengan harga Rp2.500, memang sekarang sawi harganya sangat tinggi),” katanya.

Lalu kenapa dimusim kemarau ini tanaman sawi tidak mengalami gagal dan lahan pertanian tidak mengalami kekeringan?Menurutnya, faktor lainnya adalah kondisi alamdi Tenjolaya yang berada di ketinggian. Apalagi, sawi memang membutuhkan suhu lembab untuk bisa tumbuh. Selain itu, ketersediaan air yang melimpah membantu petani untuk mendapatkan pengairan untuk lahan pertaniannya.

“Sawi memang bagus ditanam di suhu dingin. Apalagi, air disini tidak pernah kering karena sumber air yang berasal dari gunung salak tidak pernah kering,” ujar petani lainnya Diing (61).(*)

(Diky Wahyudi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: