Oleh: adul | 10 Juli 2008

BOGOR KOTA SERIBU TOWER

Bogor Kota Sejuta Angkot

Setelah Bogor dijuluki Kota Hujan, Bogor Kota Sejuta Angkot (SCTV), lalu dijuluki lagi dengan Bogor Kota Copet (Metro TV). Nah Apalagi julukan kota Bogor?.

Bogor Kota Seribu Tower (Radar Bogor)

Bisa-bisa aja nih….kayaknya asal ngarang aja kali apa emang kenyataan?. Saya copy dari “radar bogor” :

Julukan Baru Bogor, Kota Seribu Tower
Majukan Tower Bersama

CIBINONG – Setelah dijuluki kota hujan dan kota sejuta angkot, Bogor kini memiliki julukan baru yakni kota seribu tower. Itu lantaran dalam kurun 10 tahun terakhir ini, ribuan tower Base Transceiver Station (BTS) bermunculan bak jamur di musim hujan.
Kasubbag Pengkajian Hukum Farid Ma’ruf saat penyuluhan hukum di Kantor Desa Pemagarsari Kecamatan Parung Selasa (18/6) lalu memaparkan, sebanyak 1.300 tower tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, yang memiliki izin resmi hanya sekitar 400 tower.
Farid berharap, masyarakat turut mengantisipasi timbulnya dampak dari berkembangnya tower karena memiliki dua risiko yakni gangguan frekuensi dan faktor cuaca. Sebab, ketinggian tower bisa berpengaruh pada banyaknya petir saat musim hujan.
Ketika dikonfirmasi ke Kasi Perizinan Dinas Cipta Karya (DCK) Kabupaten Bogor Edi Wardhani mengenai banyaknya tower yang tidak ber-IMB, dia menegaskan bahwa jumlah tower yang ada belum sebanyak itu.
“Tidak ah tidak sebanyak itu. Dari data kami, tower yang berizin sekitar 400 buah dan yang sedang memproses izin angkanya di bawah 100 buah,” katanya saat ditemui Radar Bogor di ruang kerjanya, Jumat (20/6).
Dia menambahkan, DCK hanya mau mengeluarkan izin pendirian tower bila persyaratan telah terpenuhi. Diantaranya izin peruntukan pengunaan tanah (IPPT) dari Distarling, izin dari ATS, Dishub dan lainnya. “Ke depan, kami merencanakan pembuatan izin (tower) bersama dengan melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bogor Wawan Risdiawan mengatakan, Pemkab Bogor harus mulai membatasi izin pendirian tower BTS tersebut yakni dengan menjalankan keputusan Menkominfo tentang izin tower bersama. “Jika tidak diatur batas tower itu, efek negatifnya dapat merugikan masyarakat,” katanya.
Politisi PDIP itu menjelaskan, warga Perumahan Bogor Asri mengeluhkan barang-barang elektroniknya rusak akibat tersambar petir, karena penangkal petir di tower sekitar rumah warga tidak berfungsi.
“Dengan banyaknya pembangunan tower di Bogor, sekarang julukannya tidak lagi kota sejuta angkot, tapi sudah menjadi kota seribu tower,” ujarnya.
Maka dari itu, dia berharap kepada  pengusaha yang menginvestasikan di Kabupaten Bogor agar menempuh prosedur yang berlaku. Pasalnya, jika prosedur itu dilanggar maka masyarakat yang merasakan kerugiannya. (sal)

sumber : radar-bogor.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: