Oleh: adul | 4 Juli 2008

Pesawat Cassa Hancur di Makam Keramat

BOGOR (Pos Kota) – Pesawat Cassa N 212-200 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang hilang pada Kamis (26/6) siang akhirnya ditemukan dalam keadaan hancur berkeping-keping di sebuah jurang di Kp. Pasir Gaok, Desa Cibitung, Tenjolaya, Bogor, Jumat (27/6) pukul 14:30. Diperkirakan 18 penumpangnya tewas.

Lokasi jatuhnya pesawat dengan nomor registrasi A 2106 berada di antara Gunung Salak I dan III atau tepatnya di Bukit Tegal Lilin anak Gunung Sumbul. Pesawat diduga menabrak tebing lalu meledak hingga hancur berserakan.

Hingga Jumat (27/6) malam, ratusan petugas terdiri dari unsur Paskhas TNI AU, Batalyon 315 Garuda Gunung Batu, Bogor, pecinta alam Wanadri, Badan SAR Nasional dan warga sukarelawan berhasil menemukan 12 jenazah.

Jenazah untuk sementara belum bisa diidentifikasi karena kondisinya hangus dan tidak utuh lagi. Kepastian mayat berjumlah 12 diperoleh dari kepala yang ditemukan.

Upaya pencarian terpaksa dihentikan selepas magrib karena medan yang gelap dan terjal serta sulit dijangkau. Rencananya evakuasi jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat ke Kampung Cibitung yang menjadi posko petugas akan dilakukan pagi ini.

Di Lanud Atang Sanjaya, persiapan evakuasi terlihat sangat sibuk pada Jumat malam. Empat helikopter jenis Puma terlihat siaga untuk membawa korban ke Halim Perdana Kusuma. Begitu pula sejumlah ambulans siap untuk diberangkatkan.

DITEMUKAN PENANGKAR BURUNG
Bangkai pesawat milik Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Malang, itu sendiri pertama kali ditemukan oleh Nusi, 20, seorang penangkar burung yang biasa berburu burung di kaki Gunung Salak.

Menurut pengakuan Nusi kepada Pos Kota, benda pertama yang ia lihat saat itu adalah serpihan ekor pesawat. Warga Kp Cibitung, Gunung Malang, Tenjolaya, Bogor, itu kemudian menelusuri serpihan-serpihan pesawat itu hingga menemukan ceceran tubuh manusia. Bersama warga, penemuan itu lalu dilaporkan kepada petugas.

Sejumlah keluarga korban pada Jumat petang mulai terlihat berdatangan untuk memastikan kondisi keluarganya. Salah seorang yang terlihat di posko adalah Bima Andari, 15. Remaja ini adalah anak dari Kolonel TNI Jafara, satu penumpang pesawat naas itu.

“Bagaimana pun kondisi ayah saya, kami pihak keluarga sudah ikhlas. Kalau memang sudah meninggal, kami ingin jenazahnya dimakamkan secara layak dan terhormat,” kata Bima.

WILAYAH ANGKER
Menurut cerita sejumlah warga setempat, lokasi jatuhnya pesawat dipercaya sebagai wilayah angker. Oji, 48, pemandu pendaki yang hendak menaiki Gunung Salak, mengakui bahwa lokasi pesawat jatuh selalu dihindarinya.

Pasalnya dekat tempat itu ada makam Rd. Kiai Haryo Hasan yang dikeramatkan. Warga Pamijahan Bogor yang sudah 28 tahun menjalani profesi sebagai pemandu ini mengatakan kiai sepuh itu pada masa lalu mempunyai pengaruh yang sangat besar.

Beberapa tahun lalu, makam kiai ini ada yang menjarahnya. Sejak itulah keanehan demi keanehan sering dijumpai warga yang melewatinya. Mereka yang mempercayainya setiap tahun selalu memberikan sesajen yang katanya buat para penunggu hutan.

Menurut cerita Wahyu, warga Kp. Cibitung, selama ini memang tidak pernah ada pesawat yang melewati wilayah angker tersebut. “Tahun 1997 pernah ada pesawat melintas di atasnya lalu hilang dan tak pernah ditemukan,” aku Wahyu.

BUAT PEMOTRETAN UDARA
Pesawat Cassa N 212 dinyatakan hilang Kamis siang setelah hilang kontak di sekitar Gunung Salak. Pesawat membawa 18 penumpang termasuk awak dan tiga warga negara asing dengan misi mencoba peralatan baru untuk pemotretan udara.

Dalam keterangan persnya di Lanud Atang Sanjaya, Jumat (27/6), Wakasau Marsekal Madya I Gusti Made Oka, mengatakan pesawat tinggal landas dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jaktim, Kamis pukul 10:00. Rencananya pesawat mau mendarat di Lanud Atang Sanjaya Bogor.

“Jika benar ditemukan, malam ini (Jumat malam, red) juga para korban akan dievakuasi,” ujar Wakasau.

Menurut Wakasau, pada pukul 10.58 pesawat yang dikemudikan Kapten Penerbang Agung Priantoro itu diketahui melintas antara Pondokcabe menuju Bogor. “Pukul 11.10 ATC Jakarta kehilangan kontak dengan pesawat tersebut,” ujar Oka.

Mengenai penyebah jatuhnya pesawat, belum diketahui pasti. Diduga ada benturan keras pada pesawat. Namun dugaan ini meragukan karena jika terjadi benturan maka sinyal darurat dari emergency locator beacon (ELB) akan menyala. Kenyataannya sinyal tak menyala.

Dijelaskan, pesawat ini belum pernah ada masalah yang siginifikan. ”Mesin dan perawatannya sangat baik,” katanya.

Pesawat tersebut, kata Oka, terbang untuk menguji alat digital air mapping dari Lanud Halim Perdanakusuma. “Karena misi bersama, ada dari Dinas Lambangja (Keselamatan Penerbangan Kerja), Dinas Potrud (Pemotretan Udara) dan dari Departemen Pertahanan,” ujarnya.

Mengenai keterlibatan ketiga warga negara asing, kata Oka, mereka sebagai pemasok dari Digital Mapping Camera Modular Item yang akan diujicoba dalam penerbangan tersebut. Pesawat Cassa N 212-200 merupakan pesawat angkut ringan yang dilengkapi berbagai fasilitan pemotretan dan survey udara. Pesawat ini bergabung dengan skuadron 4 Pangkalan Abdurahaman Saleh sejak 19 April 1985.

DATA KORBAN PENUMPANG CASSA N 212 – 200

1. Tan Honkian Kiang, WN Singapura,
2. Antony, WN Inggris, 3. Mahendra Kumar, WN India,
4. Gator Puurnomo, karyawan PT Aupia Perkasa,
5. Saputra Sinaga, karyawan PT Aupia Perkasa
6. Ami, karyawan PT Aupia Perkasa.

KRU PESAWAT:

7. Mayor Penerbang Bendot Arjianto, lulus AU 1992 Instruktur penerbangan Cassa 212,
8. Kapten Penerbang Agung Priantoro, lulus AU 1997, kapten pilot cassa 212,
9. Kapten Penerbang Febby Fitrian, luluan Sekolah menengah TNI AU 1972, copilot,
10.Lettu Teknik Bambang Priyanto, lulusan sekolah lanjuitan perwira angkatan IV 2001 juru mesin pesawat cassa212
11.Pelda Agus Susanto, lulusan sekolah calon bintara angkatan 33 tahun 1989, inspektur pesawat,

PENUMPANG LAINNYA DARI TNI:

12. Kol. Penerbang Sulaksono,
13. Kol. AF Jafara,
14. Letkol Supriyadi,
15. Letkol Wahyu Hidayat,
16. Mayor Susi K,
17. Kapten Doni Wicaksono,
18. Letnan Ronal

(TIM PK)


Responses

  1. gatot adalah sepupu alm. suamiku..tlg kirimi aku ttg berita alm gatot..tx

  2. Turut berduka cita.
    Tapi saya bukan karyawan PT tersebut dan hanya bisa menginformasikan ini saja.

  3. Semoga amal ibadah para korban di terima di sisi Tuhan Yang Maha Esa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: