Oleh: adul | 30 Juni 2008

Cassa TNI-AU Hilang di Gunung Salak

Markas Besar TNI-AU kembali kehilangan salah satu pesawatnya. Pesawat jenis Cassa 212 milik Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur hilang kontak di sekitar Gunung Salak, perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi, kemarin.

Pesawat membawa 18 penumpang, termasuk awak. Misinya sedang mencoba alat baru untuk pemotretan udara. Pesawat tinggal landas dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sekitar pukul 10:00 WIB. Rencananya pesawat tersebut akan mendarat di Lanud Atang Sanjaya Bogor.

Kendati sudah dipastikan sekitar Gunung Salak, namun hingga pukul 23:00 WIB tadi malam, koordinat titik jatuhnya pesawat masih simpang siur.

Awalnya pesawat dilaporkan jatuh sekitar wilyah Nanggung-Leuwiliang. Tim SAR pun sudah bersiap menyisir Nanggung dan sekitarnya, namun tiba-tiba ada kabar dari Lanud ATS, pesawat jatuh di sekitar perbukitan Curug Nangka Kecamatan Tamansari.

Tak lama kemudian tim SAR bergerak ke Curug Nangka. Pukul 19:00 WIB tim SAR bersama warga sudah siap ke titik lokasi yang dimaksud. Namun muncul kabar terbaru, bahwa lokasi jatuhnya pesawat bukan di Curug Nangka, melainkan di Kampung Gunungsari II, Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang.

Akhirnya tim SAR bersama wartawan bergerak ke lokasi. Karena medan yang sulit plus malam yang makin larut akhirnya tim SAR memutuskan istirahat di Gunungsari, sebelum menuju bukit tempat jatuhnya pesawat.

Kapolsek Cibungbulang AKP Amas mengatakan, hingga pukul 22:30 WIB pihaknya belum mendapatkan lokasi pasti hilangnya pesawat. Namun, sejumlah personel kepolisian bersama warga telah bergerak menyisir Gunung Salak. Dia mengakui informasi lokasi jatuhnya pesawat memang terus bergeser. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek se-wilayah Kabupaten Bogor. “Kami terus koordinasi mencari lokasi yang akurat,” katanya.

Rencananya hari ini tim gabungan dari TNI AU dan AD, bersama polisi serta tim SAR akan melakukan pencarian besar-besaran.

Pencarian Dilanjutkan

Ditundanya pencarian pesawat tadi malam juga diakui Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI-AU Marsekal Pertama, Chaeruddin Ray. “Cuaca dan kondisi malam hari menjadi alasan utama kami hentikan pencarian. Seluruh pesawat pencari yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, maupun Lanud Atang Senjaya Bogor ditarik dulu ke pangkalan,” kata Chaeruddin.

Susuai jadwal, katanya, besok pagi (pagi ini, Red) pencarian dilanjutkan. Dia juga meluruskan kabar bahwa reruntuhan pesawat sudah terdeteksi di kaki Gunung Salak. Padahal kabar tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Info itu belum terkonfirmasi. Baru ada warga yang mendengar suara keras. Karena medan berat, sampai malam ini (pukul 22:30 WIB tadi malam, Red) belum ada kepastian bahwa itu benar pesawat yang kita cari,’’ ujarnya.

Pesawat tersebut tinggal landas untuk menguji alat digital air mapping dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 09:23 WIB. “Hilang kontak pukul 10:30 WIB,” terangnya. 18 personel itu terdiri atas anggota TNI-AU dari berbagai kesatuan. “Karena misi bersama, ada dari Dinas Lambangja (Keselamatan Penerbangan Kerja), Dinas Potrud (Pemotretan Udara) dan dari Departemen Pertahanan. Kapten pilotnya Mayor Penerbang Arjianto,” ujarnya.

Hingga tadi malam, TNI-AU sudah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional, Polri dan aparat TNI untuk melakukan pemantauan lewat jalur komunikasi darat. “Besok (hari ini) pagi-pagi benar kami akan melakukan penyisiran lagi,” jelasnya. Chaeruddin juga belum bisa memastikan penyebab hilangnya pesawat. “Sekarang kami konsentrasi mencari dulu,” tandasnya. (tim)
Radar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: