PAMIJAHAN - Kemarau berkepanjangan di Kecamatan Pamijahan mengancam gagal panen puluhan hektare lahan pertanian. Hujan yang tak kunjung turun mengakibatkan volume air yang biasa digunakan untuk mengairi sawah mulai berkurang. Terlebih lagi, Desa Gunung Bunder I dan Desa Gunung Picung berada jauh dari sumber air, berbeda dengan desa lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pamijahan, Adang Wahidin, kepada Radar Bogor, kemarin. Menurutnya, ada dua desa terancam kekeringan karena sumber air yang biasa digunakan untuk mengairi lahan sangat kecil.

“Jika tidak hujan, dua desa akan mengalami kekeringan dan akan menunda jadwal tanam mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, di dua desa tersebut ada sekitar 20 hektare lahan pertanian yang biasa ditanami padi, yang membutuhkan sekitar lima liter per detik air untuk mengairi satu hektare lahan pertanian.

Meskipun begitu, tambahnya, tidak semua lahan pertanian di Pamijahan terancam kekeringan. Yang terancam hanyalah daerah yang jauh dari sumber air, seperti Desa Gunungbunder I dan Desa Gunung Picung. “Selain itu, faktor lainnya adalah rusaknya dua bendungan, yaitu bendungan Solihun dan bendungan Cigede,” ungkapnya. Padahal, kedua bendungan ini sangat diperlukan untuk mengairi lahan pertanian di seluruh desa, tambahnya.

Untuk mengantisipasi kekeringan dan kosongnya lahan, Adang mengimbau kepada para petani untuk mengalihkan atau mengganti lahan pertaniannya dengan tanaman palawija. Karena, tanaman ini memerlukan hanya air sedikit.

“Petani harus bisa mengganti tanamannya dengan palawija, khususnya bagi daerah yang jauh dari sumber air. Hal ini untuk mencegah kekosongan lahan selama musim kemarau,” tandasnya.(dkw)

sumber : radar-bogor.co.id

Diuntungkan dengan Harga Tinggi di Musim Kemarau

Musim Kemarau menjadi momok menakutkan bagi para petani sawi. Gagal panen merupakan ancaman bagi petani sawi yang berdampak terhadap mahalnya harga sawi. Namun berbeda dengan petani sawi di Kecamatan Tenjolaya. Kecamatan yang berada di dataran tinggi kaki Gunung Salak ini malah diuntungkan dengan tingginya harga sawi. Bagaimana keuntungan yang didapatkan petani sawi Kecamatan Tenjolaya?

Kecamatan Tenjolaya tidak kesulitan mencari air kendati musim kemarau berlangsung. Mata air Gunung Salak yang tidak pernah kering memberikan keuntungan tersendiri bagi petani sawi.

Geliat petani sawi di Kecamatan Tenjolaya terus meningkat. Beberapa wanita paruh baya terlihat sibuk melakukan aktivitasnya di lahan pertaniannya masing-masing. Nampak dari mereka sedang memetik hasil panen, salah satunya Nuriyah (55), petani sawi asal Desa Tapos I. Perempuan yang mengenakan jilbab hitam ini sedang memanen hasil pertaniannya. Yang menarik, hasil pertanian mereka tidak mengalami gagal panen meskipun sudah memasuki musim kemarau.

“Alhamdulillah kang, ayeuna sayuran abdi teu rarusak (Alhamdulillah Mas, sekarang sayuran saya tidak pada rusak),” ujarnya.

Memang, musim kemarau ini menjadi keuntungan baginya untuk mendapatkan hasil maksimal. Berbeda dengan musim hujan beberapa waktu lalu. Di musim hujan sawi banyak mengalami gagal panen karena terendam air.

Dari hasil panen inilah para petani bisa mendapatkan untung dua kali lipat dari hari biasanya. Di musim itu harga sawi mengalami kenaikan karena permintaan pasar yang tinggi, sedangkan persediaan sawi sangat kurang.

Faktor inilah yang terus terjadi di musim kemarau. Harga sawi tetap dikisaran Rp2.500/Kg dan ini menjadi keuntungan bagi mereka yang panen dimusim kemarau. “ Ayeuna sawi sakilona dijual dua rebu lima ratus rupiah, emang ayena hargana tinggi (sekarang sawi dijual dengan harga Rp2.500, memang sekarang sawi harganya sangat tinggi),” katanya.

Lalu kenapa dimusim kemarau ini tanaman sawi tidak mengalami gagal dan lahan pertanian tidak mengalami kekeringan?Menurutnya, faktor lainnya adalah kondisi alamdi Tenjolaya yang berada di ketinggian. Apalagi, sawi memang membutuhkan suhu lembab untuk bisa tumbuh. Selain itu, ketersediaan air yang melimpah membantu petani untuk mendapatkan pengairan untuk lahan pertaniannya.

“Sawi memang bagus ditanam di suhu dingin. Apalagi, air disini tidak pernah kering karena sumber air yang berasal dari gunung salak tidak pernah kering,” ujar petani lainnya Diing (61).(*)

(Diky Wahyudi)

Upaya Memberantas Angka Putus Sekolah

Tingginya biaya pendidikan, memberi dorongan kepala desa Cihideungilir Kecamatan Ciampea Atang Suryadimulya untuk membuat sekolah gratis. Terlebih lagi, angka putus sekolah didaerah tersebut cukup tinggi. Bagaimana aktifitas belajar mengajar SMP terbuka gratis?

Tahun ajaran baru sudah dimulai, suasana kantor desa Cihideungilir berbeda dari hari biasanya. Tetap pukul 07:00 WIB, puluhan anak usia sekolah tingkat pertama dengan menggunakan seragam putih biru berkumpul dihalaman kantor desa.

Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi demo atau protes terhadap pemerintah desa, tetapi mereka bersiap untuk memulai proses belajar mengajar di SMP terbuka gratis TKBM Al-Furqon Berlokasi di Taman Dramaga Permai. Sekolah ini memang baru di buka, dan diperuntukan bagi warga tidak mampu.

Mereka (siswa,red) pun, dibebaskan dari biaya sekolah. Ide membuat sekolah gratis ini muncul dari benak Atang. Awalnya, ia merasa prihatin dengan perkembangan pendidikan didaerahnya. terlebih lagi, jumlah anak putus sekolah mencapai 50 persen dari jumlah anak yang berada di daerah tersebut. Kebanyakan, dari mereka hanya mengenyam pendidikan di tingkat dasar.

“Saya sangat khawatir dengan kondisi seperti ini. Untuk itu, saya memiliki ide untuk membuat sekolah gratis bagi mereka yang tidak mampu,” ujarnya.

Selain faktor ekonomi, jarak sekolah yang cukup jauh menjadi alasan kenapa mereka lebih memilih tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tingggi. Karena, mereka berasumsi, dengan meyekolahkan anak ke sekolah yang jaraknya lebih jauh, harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk biaya transportasi.

“Mereka sebenarnya sanggup untuk membayar biaya pendidikan, tetapi mereka tidak sanggup untuk menganggarkan biaya sehari-hari, seperti ongkos dan lainnya,” terangnya.

Lalu, seperti apa pola pendidikan disekolah tersebut? Atang menjelaskan, pola pendidikan sama halnya seperti sekolah umum lainnya. Namun yang membedakan, para siswa dibebaskan dari biaya pendidikan.

Keberadaan sekolah ini ternyata mendapat respon yang baik dari masyarakat sekitar. Buktinya, awal pembukaan, sekolah ini sudah menerima 45 orang siswa untuk diberikan pendidikan yang layak dengan dua kelas dan dua orang guru tetap yang akan memberikan ilmunya kepada para siswa-siswa tersebut.(*)

(Diky Wahyudi) radar-bogor.co.id

Oleh: adul | 25 Juli 2008

Supir Angkot Bentuk Komunitas Tanpa Rokok

Harus Berani Tegur Perokok!

BANTARJATI - Setelah Dinas Kesehatan Kota Bogor menyosiasialisasikan Perda No 8 Tahun 2006 kepada para sopir Angkutan Kota (angkot) terkait larangan merokok di kendaraan umum, giliran para sopir memberikan tindak nyata dengan membentuk komunitas angkot tanpa rokok.

Hal itu terungkap pada pertemuan yang dihadiri pembicara Fuad Bardha, Habib Nazer dan Asisten Sosek Indra M Roesli yang memaparkan bahaya merokok di aula PMI Cabang Kota Bogor, kemarin.

Ketua KKSU 12 Endang Ruhyat mengatakan pihaknya akan ikut mengawasi para sopir angkot untuk menjalankan kewajibannya. “Kami akan ikut mengawasi. Kalau ada yang lalai kami akan menegur. Ini bentuk kesepakatan kami,” janjinya.

Sopir angkot sebagai penguasa mobilnya wajib menegur dan meminta penumpang mematikan rokok selama berada dalam mobil. Sementara penumpang khususnya perokok pasif harus berani menegur mereka yang merokok di angkot. Sebab, perda dan sanksinya sudah jelas.

Menurut petugas Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinas Kesehatan dr Adelia Rahmi, kegiatan ini bertujuan mewujudkan penyedia jasa sopir mengetahui perda dan menerapkannya. “Adanya komunitas angkot tanpa rokok ini dapat dilihat dari stiker yang sudah ditempel di angkotnya,” katanya. Pada stiker itu tertulis Angkot Bebas Asap Rokok.

Ia mengatakan langkah ini sebagai pilot project yang selanjutnya akan dipantau. “Kan informasi ini belum semuanya mengetahui,” ujarnya. Nah, mereka yang masuk dalam komunitas tersebut ada lima sopir per trayek.

Apa tugas mereka? “Sopir angkot pengendali situasi dan penegak. Mereka diharapkan menjadi teladan,” tandas Adel yang berharap para sopir tidak melepas stiker tersebut.

Disamping itu, penumpang juga aktif menerapkan perda denagn ikut menegur jika ada yang melakukan kelalaian merokok dalam angkot. “Harus memunculkan kembali keberanian menegur perokok khususnya di angkot mulai dari sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Angkutan DLLAJ Suharto mengatakan pihaknya ikut menyukseskan program ini dengan menempel stiker yang sudah berlangsung tiga tahun lalu. “Sekarang kami konsisten dengan bertemu melakukan sosialisasi pada KKSU dan organda guna mengevaluasi kendala di lapangan,” tandasnya.

Adapun penerapan sanksi sosial dilakukan jika pihaknya menemukan kelalaian di angkot. “Sanksinya berupa teguran. Kan malu kalau ditegur di depan orang banyak. Intinya mengedepankan cara beretika merokok,” ujarnya.(rtn)

radar-bogor.co.id

Oleh: adul | 22 Juli 2008

Pedagang Tolak Relokasi ke Pasar Baru

CIAMPEA - Para pedagang yang telah lama menempati Pasar Ciampea menolak direlokasi ke pasar yang baru. “Kami masih mempunyai tenggang waktu untuk mengisi pasar yang lama hingga tahun 2015 dan sah menurut hukum, sesuai perjanjian dengan bupati terdahulu yaitu Sudrajat Atmaja,” ucap Edi Sasmita, salah satu anggota Paguyuban Pedagang Pasar Ciampea.

Ia menambahkan, jika pemerintah tetap memaksa untuk merelokasi para pedagang, pihaknya akan melakukan aksi dengan tidak akan membayar retribusi. “Kami pun meminta ganti rugi sisa kontrak selama 7 tahun lagi. Saat ini kami membayar retribusi sebesar Rp1.000/kios,” ujar Edi.

Sebelum tahun 2015 para pedagang Pasar Ciampea tidak mau pindah ke tempat yang baru, karena bangunan tidak sesuai rencana awal. “Bangunan ruko yang dijanjikan belum seratus persen rampung,” ucap Tornadi yang juga anggota Paguyuban Pedagang Pasar Ciampea.

Menurut Tornadi, pemerintah menganggap bahwa pasar yang sekarang mereka tempati toh masih layak pakai. Bahkan lebih baik dari pasar baru. “Kami menilai, pasar lama yang sekarang kami tempati jauh lebih baik dari pasar baru,” ucapnya.

Para pedagang meminta agar peresmian pasar yang baru ditunda sampai pembangunan selesai 100 persen. “Kami tidak ingin ada pembangunan secara bertahap,” tandas Tornadi.(rp3)

CIBUNGBULANG - Puluhan Supir Angkot di jalan Raya Galuga-Cibungbulang  nampak kikuk saat dirazia oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. Berbagai alasan muncul dari bibir puluhan supir angkot, mulai dari  lupa, tertinggalnya surat-surat, hingga  belum sempat memperpanjang surat-surat.

Dari hasil Razia, petugas menilang puluhan angkot trayek 11 jurusan Leuwiliang-Bubulak, dan angkot 05C jurusan Jasinga-Bubulak. Adapun mereka (sopir-red) yang tertangkap umumnya tidak bisa menunjukan kelengkapan surat-surat, disamping banyaknya trayek angkutan yang sudah mati.

”Saya lupa pak. Mungkin baru besok memperpanjang KIR, dan ini pun bukan saya yang punya tapi kakak saya,” alasan Nedi (35) sopir asal Cibuntu Kebon Jeruk, kepada Radar Bogor, kemarin (22/7).

Sementara itu Penanggung Jawab Operasi Haril Darwis mengatakan,  operasi yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen Dishub, yang ditindak lanjuti oleh provinsi hingga Dishub  Kabupaten Bogor, dengan surat perintah Nomor 551.1/990/Bidang IV. ” Adapun operasi yang digelar guna memeriksa surat kelayakan kendaraan angkutan umum, salah satunya kewajiban ulang KIR bila sudah mati,” jelasnya.

Menurut dia, pasca kenaikan BBM hingga pertengahan Juli, pihaknya belum memeriksa kelayakan angkutan umum. Sebab, dari catatan izin masih banyak angkot yang  KIR nya sudah lewat batas. ”Untuk itulah sejak tanggal 21 hingga 25 Juli, operasi ini akan terus digelar guna menertibkan angkot,” katanya.

Mengacu dari surat edaran dan surat perintah, Dishub memeriksa  perijinan angkutan umum yang dilakukan setiap hari, dengan pembagian dua kelompok untuk menertibkan para angkot. ” Biasanya kalau sudah terkena tilang ini, para sopir atau pemilik kendaraan akan secepat mungkin mengurus kelengkapan angkot,” tandasnya (rev) radar-bogor.co.id

Jakarta – Telkom akan merombak 153 ribu sambungan pelanggan telepon kabel rumah di wilayah Bogor secara serentak pada 1 Agustus 2008.

Deputy EGM Telkom Divre II Arief Musta’in menjelaskan, tata ulang nomor dengan menambahkan satu angka ’8′ di setiap nomor berkode area 0251 itu demi efisiensi penomoran sesuai yang diminta pemerintah dalam Surat Dirjen Postel No. 143/2008.

“Kecuali nomor telepon yang sebelumnya sudah diawali dengan angka tujuh dan delapan tidak mengalami perubahan,” jelasnya dalam jumpa pers di Gedung Telkom, Jakarta, Rabu (16/7/2008).

Secara teknis Musta’in menjelaskan dengan penataan nomor tersebut seluruh telepon di 36 wilayah Bogor dengan kode area 0251 akan berubah menjadi tujuh digit. Sebagai contoh 0251-121XXXX menjadi 0251-821XXXX. “Khusus di kawasan Dramaga dengan nomor 0251-420XXXX berubah menjadi 0251-8425XXXX,” tuturnya lebih lanjut.

Pun, ia menjamin bahwa dalam penataan nomor telepon tersebut pelanggan tidak akan dirugikan termasuk masyarakat yang akan menghubungi nomor yang sedang dalam perubahan tersebut. “Untuk memudahkan masyarakat yang menghubungi telepon wilayah Bogor dengan kode area 0251 akan dipasang secara otomatis voice response system di sentral telepon Telkom,” kata Musta’in.

Terkait perubahan nomor tersebut dan banyaknya pelanggan yang melakukan pembayaran secara giral atau autodebet, Telkom telah melakukan koordinasi dengan bank terkait. “Namun, kami menghimbau pelanggan yang melakukan pembayaran tagihan secara giral atau autodebet, agar tetap melakukan konfirmasi ulang kepada bank yang dimaksud,” ujarnya.

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Bogor dinilai sebagai kota yang potensial untuk akses layanan internet broadband. Hal itu tercermin dari tingkat pertumbuhannya yang tinggi.

“Permintaan pemasangan internet broadband di wilayah Bogor cukup tinggi. Itu tercermin dari pertumbuhan yang mencapai 70 persen dibanding akhir tahun 2007,” kata GM Telkom Bogor, Pasabri Pesti usai jumpa pers di Gedung Telkom, Jakarta, Rabu (16/7/2008).

Ia mengungkapkan, jumlah pelanggan telepon tetap kabel (PSTN) di Kandatel Bogor telah mencapai 343 ribu satuan sambungan. Sementara pelanggan internet broadband 17 ribu satuan sambungan layanan (ssl), dan pelangan internet Telkomnet Instant mencapai 32 ribu sambungan.

Bogor merupakan wilayah yang akan terkena perombakan sambungan pelanggan telepon kabel Telkom. Jumlah yang dirombak sekitar 153 ribu sambungan yang akan dilakukan secara serentak pada 1 Agustus 2008.

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Bogor Barat Online| Informasi Bogor Barat dan Sekitarnya.(bobaronline.com)

Inilah daftar alamat restoran/tempat makanan yang bisa saya tampilkan di sini di daerah Jakarta (ada tambahan sedikit dari Bogor) Mungkin para pengunjung ingin melihat-lihat alamat ini dan lebih dekat dengan tempat kerja atau rumah anda, silahkan lihat di bawah ini: Baca Lanjutannya…

Oleh: adul | 16 Juli 2008

DAFTAR JAJANAN DI KOTA BOGOR

Saya juga di sini cantumkan Tempat Jajanan di Kota Bogor (mungkin tidak semua karena data yang saya dapat hanya ini, kalau ingin menambahkan silahkan posting saja di comment supaya saya bisa memasukkan ke postingan ini sebagai tambahan).  Silahkan lihat di bawah ini: Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.