Oleh: adul | 10 Juli 2008

Pembangunan SDN Jasinga 04 Berkat Bantuan dari Belanda (2)

Khawatir Keselamatan Siswa, Sempat Ditolak untuk Membantu

SDN Jasinga 04 sudah berdiri megah di atas lahan seluas 1.472 meter persegi, berkat bantuan dari para donatur yang berasal dari Belanda dan warga sekitar. Pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp900 juta ini, melalui proses cukup panjang. Bagaimana Yayasan Jasinga tertarik membantu sekolah ini?

Begitu memasuki halaman SDN Jasinga 04, kita akan melihat beberapa ruangan, termasuk ruang kelas yang dilengkapi dengan tulisan nama kelas dan guru yang mengajar di kelas tersebut. Terlihat pula lapangan olah raga yang sudah dibeton dengan satu papan ring basket yang berdiri tegak.

Pemandangan ini berbeda dengan kondisi sebelumnya. Beberapa ruang kelas terlihat rapuh dan sudah sangat tidak layak untuk digunakan untuk kegitan KBM. Ketua Yayasan Jasinga Els Greets kala itu sedang berkunjung ke Jasinga bersama suaminya, Mr Arnold yang merupakan penduduk asli Jasinga guna melihat keadaan kerabatnya.

Sejak itulah, ia melihat kondisi bangunan yang sangat mengkhawatirkan. Muncul pikiran di benak Els ‘bagaimana jika sekolah itu ambruk dan mengenai para siswa yang sedang belajar?’. Ia bersama suaminya lantas berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa pembangunan gedung sekolah, dengan mengajak beberapa donatur yang berasal dari negaranya.

Saat itu pula, ia menghubungi rekannya Mr Wim Duisters untuk membantunya mencari para donatur. Kebetulan, Mr Wim tinggal di Indonesia dan memiliki kenalan yang bisa membantunya. Namun, usaha Mr Wim sempat mendapat kesulitan. Karena, warga Jasinga masih sulit untuk menerima warga asing. Bahkan, Mr Wim sempat diberi nasihat oleh salah seorang tokoh masyarakat sekitar untuk tidak menganggu warga Jasinga.

“Saat itu, saya diberi tahu agar tidak berbuat macam-macam di Jasinga,” ujarnya dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Namun, karena tekadnya ingin membantu pendidikan di Indonesia terutama membantu anak-anak Jasinga dalam memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas, Mr Wim pun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan dan bantuan yang akan diberikan oleh warga Belanda. Akhirnya, tokoh masyarakat tersebut ikut membantu dan menjadi bagian dari donatur dengan mewakafkan tanahnya untuk dijadikan gedung sekolah.

Setelah itu, proses perencanaan pembangunan pun mulai dilakukan. Namun, prosesnya tak semulus apa yang dipikirkan Mr Wim. Karena, pembangunan sempat berhenti karena anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan sekolah.

Berkat kerja kerasnya dan bantuan dari beberapa donatur, pembangunan pun berjalan kembali. Bahkan, selain pembangunan ruang belajar, Yayasan ini juga menyumbangkan beberapa fasilitas lainnya serta memberikan bantuan berupa beasiswa serta memberikan perlengkapan belajar kepada siswa yang tidak mampu dan beasiswa kepada guru untuk melanjutkan pendidikannya sampai tingkat diploma 2. “Niat kami ini murni ingin membantu anak-anak sekolah untuk mendapatka pendidikan yang layak. Karena, kami (warga Belanda, red) sangat menyayangi anak-anak ini,” kata Mrs Els.(*)

(Diky Wahyudi)


Responses

  1. Selamat atas keberhasilannya.
    Kami pun berencana untuk membangun gedung PAUD tetapi sampai saat ini kami belum mendapatkan donatur. Untuk itu kami mohon informasi bagaimana cara menghubungi warga Belanda tersebut. terima kasih.

  2. wah.. hebat nih.. ternyata banyak juga orang asing yang peduli dengan pendidikan dan kehidupan anak2 indonesia khususnya jasinga, mudah2an tidak ada niat lain dibalik kepeduliannya terhadap pendidikan indonesia, salut,baru tau nih ternyata informasi2 tentang jasinga banyak di internet

  3. luar biasa banget atas bantuannya,mudah-mudahan warga jasinga senantiasa menjaga dan merawat hasil bantuan belanda tsb.

  4. SD 1V OKE…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: