Oleh: seuvan cau | 23 Mei 2009

Petani Keluhkan Modal

Oleh: seuvan cau | 20 Mei 2009

The Jungle, Andalan Wisata Baru Bogor

Oleh: infobogorbarat | 19 Mei 2009

DICARI PENEMU IKON KABUPATEN BOGOR

TENJOLAYA – Pemkab belum memperbaiki tanggul rusak di RT 04/ 01 Desa Cibitung Kecamatan Tenjolaya. Tanggul ini jebol tiga bulan lalu.  “Kami mendesak pemkab segera memperbaikinya,” ucap salah satu pemilik tambak ikan Yudi Agus (29) kepada Radar Bogor.

Menurut dia, sejak tanggul irigasi jebol, tambak ikan berhenti beroperasi karena kekurangan air. “Jelas sebagai petani kami mengalami kerugian,” katanya.

Yudi mengatakan, setiap dua bulan sekali pihaknya dapat memanen ikan senilai Rp6 juta. Namun sejak irigasi tidak berfungsinya, dia dan rekan-rekannya tak lagi memelihara ikan. Irigasi ini dapat mengairi sekitar 365 hektare sawah dan tambak.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Agung Tani Asfahandi mengatakan, produktivitas hasil pertanian terutama padi terus menurun. Tak heran banyak petani yang beralih menanam palawija.

“Dari pada tidak sama sekali lebih baik menanam yang ada dan mudah saja,” katanya.
Camat Tenjolaya Abdullah Sjirodz mengatakan, pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan kepada pemkab soal jebolnya tanggul irigasi Cinangka.

“Untuk sementara perbaikan dilakukan secara swadaya,” ucapnya.Soal kepastian waktu perbaikan, Abdullah belum dapat memberikan kepastian kapan pemkab melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan akan memperbaikinya. “Kita tunggu saja. Yang pasti akan diperbaiki,” pungkasnya. (luc) sumber : radar-bogor.co.id

Oleh: seuvan cau | 18 April 2009

Website Portal TENJOLAYA.INFO sudah Selesai

Kepada pengunjung Website tenjolaya.wordpress.com, saya telah membuat wadah baru walaupun masih tahap perbaikan dai sana sini tapi Alhamdulillah Website Portal TENJOLAYA.INFO dan BOGORBARAT.INFO sudah bisa dikunjungi.

memang saya sendiri butuh pada editor-editor yang ingin mengembangkan website tersebut dan saya menantikan partisipasi anda dalam hal tersebut. Silahkan kontak ke e-mail tenjolaya@gmail.com atau ke admin@tenjolaya.info dengan menyertakan Nama asli, nama untuk email anda di tenjolaya.info atau bogorbarat.info, serta alamat anda tinggal di Bogor (yang di luar bogor juga silahkan), saya akan kasih anda sebagai editor di portal tenjolaya.info dan bogorbarat.info

Silahkan kunjungi TENJOLAYA.INFO dan BOGORBARAT.INFO

Partisipasi Warga Cukup Baik, Mudahkan Kades Mengkoordinir
Lomba desa bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kinerja kepala desa memberdayakan daerahnya. Ini mendorong Kepala Desa Ciherang Suherwin untuk membuktikan daerahnya menjadi juara pada lomba ini. Bagaimana mewujudkannya?

TIGA bulan menjabat sebagai Kepala Desa Ciherang Kecamatan Dramaga Suherwin mampu menunjukkan perubahan bagi desanya. Setelah mengikuti seleksi tingkat kecamatan, nama Desa Ciherang muncul untuk mewakili Kecamatan Dramaga pada lomba desa tingkat Kabupaten Bogor.

Suherwin pun tak menyangka desanya terpilih sebagai wakil, apalagi dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai kades yang harus menyesuaikan diri sebelum membenahi wilayah kerjanya.

Meski begitu, ia tetap bangga. Apalagi, beberapa desa dianggap cukup bagus dan layak untuk mewakili Kecamatan Dramaga di tingkat kabupaten. Tapi, penilai dari kecamatan berkata lain, desa Ciherang justru mendapat penilaian memiliki potensi pertanian cukup besar hingga berhak mewakili Kecamatan Dramaga.

Rasa penasaran pun timbul. Pertanyaan kerap terlontar dari beberapa warga desa lainnnya. ‘’Kok bisa kades yang baru tiga bulan menjabat, bisa menjadikan daerahnya sebagai wakil kecamatan,’’ kata salah satu warga.

Akhirnya, pertanyaan tersebut terjawab saat Suherwin mengekspos daerahnya saat penilaian di hadapan tim penilai Kabupaten Bogor.

Ternyata, kinerja kades bukan hanya dilihat dari keberhasilannya membawa perubahan dan pembangunan yang cepat. Tapi, sejauhmana partisipasi masyarakatnya terlibat dalam pembangunan daerahnya.

Sedangkan di Ciherang, partisipasi warga cukup baik. Ini diakui Ketua Tim Penilai yang juga menjabat sebagai Kasubag Program Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor Suratmi.

Menurut dia, partisipasi warga Desa Ciherang sangat baik. Di antaranya mempersiapkan lomba desa ini. Partisipasi ini terlihat sejauhmana warga ikut menjaga kebersihan lingkungan, memajukan posyandu dan kesejahteraan daerahnya.

“Saya lihat partisipasi warga cukup baik dan begitu besar. Tapi, ini masih dalam penilaian dan belum dikatakan berhasil,” ujarnya.(*)
(Diky Wahyudi) radar-bogor.co.id

Oleh: infobogorbarat | 3 Februari 2009

Misteri Gunung Salak

Gunung Salak memang tidak setinggi Gunung Gede, tetangganya. Namun tingkat kesulitan yang dimiliki Gunung Salak begitu angker untuk didaki. Termasuk keberadaan Kawah Ratu yang ada di wilayahnya.

Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar. Baca Lanjutannya…

Oleh: seuvan cau | 3 Februari 2009

7 Mahasiswa Hilang di Gunung Salak

Jakarta – Untuk mempercepat pencarian 6 orang yang hilang, pecinta alam Tribuana dari Universitas Yarsi mengirimkan Tim SAR gelombang 3. Tim ini diturunkan untuk membantu dua tim yang sudah diterjunkan sebelumnya.

“Tim akan terdiri dari tujuh orang, membawa peralatan dan logistik,” kata Zion, Humas pencinta alam Tribuana, Universitas Yarsi, kepada wartawan, Senin (2/2/2009).

Menurut Zion, saat ini anggota dari Tim SAR gelombang 3 tengah dipersiapkan untuk mem-back up Tim 1 dan dan Tim 2 yang sudah diterjunkan terlebih dahulu ke lokasi. Hingga pukul 20.00 WIB, ketujuh orang yang akan diberangkatkan sedang bersiap-siap membereskan perlengkapannya.

“Saat ini kami sedang kerjakan. Mudah-mudahan segera diberangkatkan,” kata Zion.

“Tim 3 ini akan berangkat menuju ke Cimelati untuk nanti berkorrdinasi dengan tim yang sudah ada disana,” imbuhnya.

Tujuh mahasiswa Universitas Yarsi hilang saat mendaki Gunung Salak, Jawa Barat, pada hari Minggu, 1 Januari. Mereka adalah 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran, 1 mahasiswa Fakultas Hukum, dan 1 alumni Fakultas Teknik Informatika. Hingga saat ini baru satu orang yang ditemukan. (van/sho)

Sukabumi – Tim SAR menemukan salah seorang dari 7 mahasiswa Yarsi yang diduga hilang di Gunung Salak. Mahasiswa yang ditemukan itu bernama Trias Mujahid. Ia ditemukan di puncak Gunung Salak 1.

Demikian disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bambang Sofianto kepada wartawan di Posko 1 Murbey, Gunung Salak 1, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).

Dari laporan Tim SAR 1 lewat SMS yang diterima Bambang, Trias ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB. Disebutkan kondisi Trias baik. Tapi seperti apa detailnya, Bambang belum mengetahuinya.

“Saya belum tahu persis kondisi korban saat ini bagaimana. Karena saya baru mendapatkan kabar melalui layanan SMS. Namun kondisinya baik-baik,” katanya.

Ciri-ciri Trias yakni tinggi 165 cm, berkulit putih, berambut lurus pendek. Pada saat ditemukan, perbekalan Trias sudah habis. Alas kaki atau sandalnya rusak.

7 personel Tim SAR tambahan kembali naik ke puncak Gunung Salak 1 untuk melanjutkan pencarian. Cuaca di lokasi pendakian saat ini mengalami hujan deras dan berkabut tebal. (gus/iy)

Sukabumi – Trias Mujahid, salah satu mahasiswa Yarsi yang hilang di Gunung Salak berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat. Namun karena cuaca buruk, Trias masih belum bisa dievakuasi dari lokasi penemuan.

Hal tersebut diungkapkan Bambang Sofyanto, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, di posko Murbey, Desa Cimalati, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).

“Trias belum bisa dibawa turun oleh Tim SAR karena cuaca sangat buruk. Saat ini di sana hujan deras dan kabut tebal,” kata Bambang.

Trias ditemukan di puncak satu Gunung Salak oleh Tim SAR. Kondisi pemuda tersebut dilaporkan dalam keadaan baik. “Dia hanya kekurangan bahan makanan,” ungkap Bambang.

Trias dan 6 orang temannya melakukan pendakian pada Sabtu 31 Januari 2008. Namun sampai minggu malam keduanya belum kembali. Padahal para mahasiswa ini hanya membawa perbekalan untuk dua hari. Hingga saat ini, nasib 6 orang mahasiswa lainnya masih belum diketahui. (djo/djo)

Oleh: seuvan cau | 3 Februari 2009

Gunung Salak: Eksotisme Tradisi dan Panorama

Oleh: Mohammad Fathi Royyani, Peneliti LIPI. “Buitenzorg adalah tempat tinggal yang sangat menyenangkan. Daerah ini cukup tinggi sehingga terasa nyaman bagi orang yang tinggal di dataran rendah. Pemandangan alam di sini sangat indah dan tanahnya subur. Gunung Salak, sebuah gunung berapi yang puncaknya terpotong dan bergerigi, menjadi latar belakang yang khas bagi bentangan alam di sekitarnya”. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori