Oleh: palemburan | 23 Mei 2009

Petani Keluhkan Modal

Petani Keluhkan Modal

Posted using ShareThis

gnsalaksawahTENJOLAYA - Industri berbasis pertanian di Tenjolaya perlu mendapat perhatian. Ini guna mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi. Untuk itu, Pemkab Bogor diharapkan dapat mengucurkan bantuan modal bagi petani. “Kesulitan yang kami hadapi dari dulu yakni masalah permodalan,” ujar Ketua Kelompok Tani (Poktan) Agung Tani, Desa Cibitung, Asfahandi kepada Radar Bogor.

Saat ini petani butuh perhatian nyata berupa subsidi pupuk, bibit unggul, obat-obatan hingga modal. “Kami belum merasakan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Hal sama disampaikan seorang petani Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Ujang (53). Menurut dia, untuk sekali tanam katuk dengan luas lahan 6.000 meter persegi diperlukan modal sekitar Rp1 juta. “Harga katuk relatif stabil yaitu Rp2.000 per kilogram,” katanya. (luc)

Oleh: palemburan | 20 Mei 2009

The Jungle, Andalan Wisata Baru Bogor

The Jungle, Andalan Wisata Baru Bogor

Posted using ShareThis

BNR Kawasan rekreasi air The Jungle yang berlokasi di kompleks perumahan Bogor Nirwana Resort (BNR) menjadi salah satu alternatif wisata di Kota Bogor. Menurut Hendry Harmen, Direktur Pengembangan PT Graha Andrasentra Propertindo, selaku pengembang The Jungle, saat ini pengunjungnya

sudah mencapai antara 5.000-12.000 orang.”Pada akhir pekan tempat ini sudah dipenuhi pengunjung sejak pagi hari. Mereka datang dari Jakarta dan kota-kota lainnya,” ujarnya.Menurut dia, kawasan ini sebelumnya hanya dirancang sebagai fasilitas pendukung perumahan. Namun ternyata, fasilitas wisata tersebut cukup diminati warga dan mendatangkan pendapatan lumayan.Dengan harga tiket masuk Rp 30.000 pada Senin-Jumat dan Rp 50.000 untuk Sabtu-Minggu, pengunjung dapat menikmati beragam wahana permainan air dengan pemandangan alam Gunung Salak.Kawasan ini melengkapi tempat wisata di Kota Bogor yang sudah ada sebelumnya seperti Kebun Raya, Istana Bogor, Museum Zoologi, Taman Topi, dan kawasan Puncak.Selain The Jungle yang berlokasi di kawasan komersial BNR, Nirwana Epicentrum seluas 20 ha, juga terdapat Mal The Jungle dan Orchad Walk Arcade yang terdiri atas 71 unit arcade atau ruko di kanan kiri jalan sepanjang 300 m. Perumahan BNR dengan luasan mencapai 12.000 ha akan semakin lengkap dengan hadirnya hotel bintang empat, Aston Hotel & Resort yang direncanakan beroperasi Agustus 2009, kampus Bakrie Business School, padang golf, rumah sakit, pusat olahraga, dan pasar modern.Pemerintah Kota Bogor akan menjadikan kawasan komersial BNR sebagai lokasi Bogor Expo 2009 pada Mei mendatang dan akan diikuti antara lain pengusaha makanan khas Bogor, produsen tas, sepatu, dan juga kaus. (Ant/tig)(warta kota)

Berita Selanjutnya silahkan lihat di sini “The Jungle Water Adventure- Dufan nya orang Bogor?”

Septic Tank Terbesar Yang Diolah Menjadi Bahan Bakar Memasak

Posted using ShareThis

Ketika mendengar septic tank, terbayanglah tempat penampungan tinja yang menjijikan. Apalagi jika septic tank itu berukuran besar. Pasti menjijikan. Tapi, di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan, kotoran dalam septic tank itu dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bakar memasak. Caranya dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.  Bagaimana pengolahan IPAL tersebut?
BUMI Tegar Beriman mempunyai septic tank yang diklaim terbesar di Indonesia. Tempat pembuangan berukuran 14 x 11 meter dengan kedalaman tiga meter ini dapat menampung limbah kotoran manusia dari 125 rumah yang berasal dari RT 01,02, 03 RW 01 Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan.
Pembangunan septic tank dari dana APBD, pemerintah pusat, masyarakat serta Lembaga Swadaya  Masyarakat ini dikerjakan sejak 10 Juli 2008 dan beroperasi pada Selasa (12/5. “Jika air limbah tidak ditampung, pencemaran lingkungan akan terjadi,” kata Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Daarul Hijrah, Ischal Chumaidy.
Kenyataannya, IPAL komunal di masyarakat itu terbukti mampu menurunkan tingkat pencemaran air tanah dan sumur. Mengingat?limbah rumah tangga sangatlah besar. Ini dari perkiraan satu orang membutuhkan air sekitar 100 liter untuk memenuhi kebutuhannya dari minum hingga membersihkan badan di setiap harinya. Karena itu, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal ini menjadi solusi yang tepat untuk menekan pencemaran limbah rumah tangga sampai 90 persen.
Tidak hanya itu, dari proses pengolahan air limbah dengan menggunakan teknologi Ipal Komunal ini gas yang dapat dipergunakan untuk memasak dapat dihasilkan. “Gas dapat dipergunakan oleh sekitar 20 kepala keluarga (KK),” ujarnya.
Adanya IPAL Komunal mengurangi tingkat kepadatan pembuangan air limbah rumah tangga serta meminimalisir pencemaran air tanah dan sumur yang mengandung bakteri e-coli. Bahkan apabila dikonsumsi, penyakit diare dan polio akan menjangkiti.
Untuk pemeliharaan, kata Ischal, pengelola akan memungut biaya dari warga yang menggunakan fasilitas ini sebesar Rp1.500 setiap bulan. “Dana yang dipungut akan digunakan untuk menggaji pengelola hingga penyedot septic tank jika telah penuh,” ucap Ischal. (*)
(Lucky L. Hakim) radar-bogor.co.id

Oleh: palemburan | 19 Mei 2009

DICARI PENEMU IKON KABUPATEN BOGOR

DICARI PENEMU IKON KABUPATEN BOGOR

Posted using ShareThis

CIBINONG – Meski potensi di Kabupaten Bogor cukup besar, sayangnya belum ada satupun ikon yang mencerminkan Kabupaten Bogor baik dibidang pariwisata, kesenian, makanan maupun kerajinan.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor akan mengadakan sayembara untuk menentukan ikon yang cocok bagi daerah yang memiliki 4,2 juta penduduk ini.

Kadisbudpar Kabupaten Bogor Adrian W Kusuma mengatakan, sayembara ini terbuka untuk umum. Pasalnya, Kabupaten Bogor belum memiliki ikon yang mencerminkan daerah Tegar Beriman ini.

Dalam sayembara ini, kata Adrian akan menekankan peserta harus menggambarkan atau mencerminkan potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor.

Baik itu makanan, potensi wisata alam atau kerajinan tangan yang berasal dari Kabupaten Bogor.

“Bisa saja ikon itu makanan seperti talas. Tapi, apakah nantinya talas tersebut bisa dijadikan ikon seperti cendramata atau makan khas Kabupaten Bogor,” terangnya.

Selama ini pihaknya masih sulit menentukan ikon kabupaten Bogor. Ini sangat beralasan, karena Kabupaten Bogor memiliki begitu banyak potensi. Kujang misalnya, saat ini ikon tersebut sudah dipakai oleh Kota Bogor.

Bagi pemenang sayembara, pemkab sudah menyiapkan hadiah di antaranya uang tunai dan tropi menarik. Namun, pihaknya enggan menyebutkan jumlahnya.(dkw) sumber: radar-bogor.co.id

TENJOLAYA – Pemkab belum memperbaiki tanggul rusak di RT 04/ 01 Desa Cibitung Kecamatan Tenjolaya. Tanggul ini jebol tiga bulan lalu.  “Kami mendesak pemkab segera memperbaikinya,” ucap salah satu pemilik tambak ikan Yudi Agus (29) kepada Radar Bogor.

Menurut dia, sejak tanggul irigasi jebol, tambak ikan berhenti beroperasi karena kekurangan air. “Jelas sebagai petani kami mengalami kerugian,” katanya.

Yudi mengatakan, setiap dua bulan sekali pihaknya dapat memanen ikan senilai Rp6 juta. Namun sejak irigasi tidak berfungsinya, dia dan rekan-rekannya tak lagi memelihara ikan. Irigasi ini dapat mengairi sekitar 365 hektare sawah dan tambak.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Agung Tani Asfahandi mengatakan, produktivitas hasil pertanian terutama padi terus menurun. Tak heran banyak petani yang beralih menanam palawija.

“Dari pada tidak sama sekali lebih baik menanam yang ada dan mudah saja,” katanya.
Camat Tenjolaya Abdullah Sjirodz mengatakan, pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan kepada pemkab soal jebolnya tanggul irigasi Cinangka.

“Untuk sementara perbaikan dilakukan secara swadaya,” ucapnya.Soal kepastian waktu perbaikan, Abdullah belum dapat memberikan kepastian kapan pemkab melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan akan memperbaikinya. “Kita tunggu saja. Yang pasti akan diperbaiki,” pungkasnya. (luc) sumber : radar-bogor.co.id

Oleh: palemburan | 18 April 2009

Website Portal TENJOLAYA.INFO sudah Selesai

Kepada pengunjung Website tenjolaya.wordpress.com, saya telah membuat wadah baru walaupun masih tahap perbaikan dai sana sini tapi Alhamdulillah Website Portal TENJOLAYA.INFO dan BOGORBARAT.INFO sudah bisa dikunjungi.

memang saya sendiri butuh pada editor-editor yang ingin mengembangkan website tersebut dan saya menantikan partisipasi anda dalam hal tersebut. Silahkan kontak ke e-mail tenjolaya@gmail.com atau ke admin@tenjolaya.info dengan menyertakan Nama asli, nama untuk email anda di tenjolaya.info atau bogorbarat.info, serta alamat anda tinggal di Bogor (yang di luar bogor juga silahkan), saya akan kasih anda sebagai editor di portal tenjolaya.info dan bogorbarat.info

Silahkan kunjungi TENJOLAYA.INFO dan BOGORBARAT.INFO

Partisipasi Warga Cukup Baik, Mudahkan Kades Mengkoordinir
Lomba desa bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kinerja kepala desa memberdayakan daerahnya. Ini mendorong Kepala Desa Ciherang Suherwin untuk membuktikan daerahnya menjadi juara pada lomba ini. Bagaimana mewujudkannya?

TIGA bulan menjabat sebagai Kepala Desa Ciherang Kecamatan Dramaga Suherwin mampu menunjukkan perubahan bagi desanya. Setelah mengikuti seleksi tingkat kecamatan, nama Desa Ciherang muncul untuk mewakili Kecamatan Dramaga pada lomba desa tingkat Kabupaten Bogor.

Suherwin pun tak menyangka desanya terpilih sebagai wakil, apalagi dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai kades yang harus menyesuaikan diri sebelum membenahi wilayah kerjanya.

Meski begitu, ia tetap bangga. Apalagi, beberapa desa dianggap cukup bagus dan layak untuk mewakili Kecamatan Dramaga di tingkat kabupaten. Tapi, penilai dari kecamatan berkata lain, desa Ciherang justru mendapat penilaian memiliki potensi pertanian cukup besar hingga berhak mewakili Kecamatan Dramaga.

Rasa penasaran pun timbul. Pertanyaan kerap terlontar dari beberapa warga desa lainnnya. ‘’Kok bisa kades yang baru tiga bulan menjabat, bisa menjadikan daerahnya sebagai wakil kecamatan,’’ kata salah satu warga.

Akhirnya, pertanyaan tersebut terjawab saat Suherwin mengekspos daerahnya saat penilaian di hadapan tim penilai Kabupaten Bogor.

Ternyata, kinerja kades bukan hanya dilihat dari keberhasilannya membawa perubahan dan pembangunan yang cepat. Tapi, sejauhmana partisipasi masyarakatnya terlibat dalam pembangunan daerahnya.

Sedangkan di Ciherang, partisipasi warga cukup baik. Ini diakui Ketua Tim Penilai yang juga menjabat sebagai Kasubag Program Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor Suratmi.

Menurut dia, partisipasi warga Desa Ciherang sangat baik. Di antaranya mempersiapkan lomba desa ini. Partisipasi ini terlihat sejauhmana warga ikut menjaga kebersihan lingkungan, memajukan posyandu dan kesejahteraan daerahnya.

“Saya lihat partisipasi warga cukup baik dan begitu besar. Tapi, ini masih dalam penilaian dan belum dikatakan berhasil,” ujarnya.(*)
(Diky Wahyudi) radar-bogor.co.id

Oleh: palemburan | 3 Februari 2009

Misteri Gunung Salak

Gunung Salak memang tidak setinggi Gunung Gede, tetangganya. Namun tingkat kesulitan yang dimiliki Gunung Salak begitu angker untuk didaki. Termasuk keberadaan Kawah Ratu yang ada di wilayahnya.

Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar. Baca Lanjutannya…

Oleh: palemburan | 3 Februari 2009

7 Mahasiswa Hilang di Gunung Salak

Jakarta – Untuk mempercepat pencarian 6 orang yang hilang, pecinta alam Tribuana dari Universitas Yarsi mengirimkan Tim SAR gelombang 3. Tim ini diturunkan untuk membantu dua tim yang sudah diterjunkan sebelumnya.

“Tim akan terdiri dari tujuh orang, membawa peralatan dan logistik,” kata Zion, Humas pencinta alam Tribuana, Universitas Yarsi, kepada wartawan, Senin (2/2/2009).

Menurut Zion, saat ini anggota dari Tim SAR gelombang 3 tengah dipersiapkan untuk mem-back up Tim 1 dan dan Tim 2 yang sudah diterjunkan terlebih dahulu ke lokasi. Hingga pukul 20.00 WIB, ketujuh orang yang akan diberangkatkan sedang bersiap-siap membereskan perlengkapannya.

“Saat ini kami sedang kerjakan. Mudah-mudahan segera diberangkatkan,” kata Zion.

“Tim 3 ini akan berangkat menuju ke Cimelati untuk nanti berkorrdinasi dengan tim yang sudah ada disana,” imbuhnya.

Tujuh mahasiswa Universitas Yarsi hilang saat mendaki Gunung Salak, Jawa Barat, pada hari Minggu, 1 Januari. Mereka adalah 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran, 1 mahasiswa Fakultas Hukum, dan 1 alumni Fakultas Teknik Informatika. Hingga saat ini baru satu orang yang ditemukan. (van/sho)

Sukabumi – Tim SAR menemukan salah seorang dari 7 mahasiswa Yarsi yang diduga hilang di Gunung Salak. Mahasiswa yang ditemukan itu bernama Trias Mujahid. Ia ditemukan di puncak Gunung Salak 1.

Demikian disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bambang Sofianto kepada wartawan di Posko 1 Murbey, Gunung Salak 1, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).

Dari laporan Tim SAR 1 lewat SMS yang diterima Bambang, Trias ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB. Disebutkan kondisi Trias baik. Tapi seperti apa detailnya, Bambang belum mengetahuinya.

“Saya belum tahu persis kondisi korban saat ini bagaimana. Karena saya baru mendapatkan kabar melalui layanan SMS. Namun kondisinya baik-baik,” katanya.

Ciri-ciri Trias yakni tinggi 165 cm, berkulit putih, berambut lurus pendek. Pada saat ditemukan, perbekalan Trias sudah habis. Alas kaki atau sandalnya rusak.

7 personel Tim SAR tambahan kembali naik ke puncak Gunung Salak 1 untuk melanjutkan pencarian. Cuaca di lokasi pendakian saat ini mengalami hujan deras dan berkabut tebal. (gus/iy)

Sukabumi – Trias Mujahid, salah satu mahasiswa Yarsi yang hilang di Gunung Salak berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat. Namun karena cuaca buruk, Trias masih belum bisa dievakuasi dari lokasi penemuan.

Hal tersebut diungkapkan Bambang Sofyanto, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, di posko Murbey, Desa Cimalati, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2009).

“Trias belum bisa dibawa turun oleh Tim SAR karena cuaca sangat buruk. Saat ini di sana hujan deras dan kabut tebal,” kata Bambang.

Trias ditemukan di puncak satu Gunung Salak oleh Tim SAR. Kondisi pemuda tersebut dilaporkan dalam keadaan baik. “Dia hanya kekurangan bahan makanan,” ungkap Bambang.

Trias dan 6 orang temannya melakukan pendakian pada Sabtu 31 Januari 2008. Namun sampai minggu malam keduanya belum kembali. Padahal para mahasiswa ini hanya membawa perbekalan untuk dua hari. Hingga saat ini, nasib 6 orang mahasiswa lainnya masih belum diketahui. (djo/djo)

Oleh: palemburan | 3 Februari 2009

Gunung Salak: Eksotisme Tradisi dan Panorama

Oleh: Mohammad Fathi Royyani, Peneliti LIPI. “Buitenzorg adalah tempat tinggal yang sangat menyenangkan. Daerah ini cukup tinggi sehingga terasa nyaman bagi orang yang tinggal di dataran rendah. Pemandangan alam di sini sangat indah dan tanahnya subur. Gunung Salak, sebuah gunung berapi yang puncaknya terpotong dan bergerigi, menjadi latar belakang yang khas bagi bentangan alam di sekitarnya”. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori