Posted by: zurick zaryan | 3 Juli 2008

PERSIKABO KALAHKAN PERSIB

BANDUNG - Tim Persikabo Kab. Bogor berhasil mengalahkan Persib Bandung 2-0 langsung pada pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (3/7) malam. Dua gol kemenangan Persikabo dihasilkan Mauro Gaston (13) dan Agung Widodo (18). Kekalahan Persib ini sepertinya sudah diduga publik Bandung, karena Persib kerap menderita kekalahan jika bermain di malam hari.

Pelatih Persikabo, Suimin Diharja mengatakan kemenangan ini harus menjadi acuan para pemain dalam menatap Kompetisi Divisi Utama 2008. Suimin mengharapkan semua pemain tidak puas diri dengan kemenangan ini.

“Kita memang menang, tapi masih banyak sektor yang meski dibenahi. Abang cuma khawatir kepada pemain yang melakukan euforia berlebihan. Abang mengharapkan para pemain tidak berpuas diri,” ujar Suimin.

Sedangkan pelatih Persib, Jaya Hartono membantah kalau kekalahan yang dialami Persib ini disebabkan kesalahan dalam menurunkan formasi awal timnya. Indikasi itu didapat ketika Jaya melakukan pergantian cepat pada babak pertama. Ketika pertandingan baru berjalan 22 menit, Atep langsung ditarik keluar lapangan digantikan Salim Alaydrus dan  Nyeck Nyobe Georges Clement digantikan Waluyo.

“Saya minta maaf kepada seluruh penonton dan bobotoh atas kekalahan ini. Kami berjanji kekalahan seperti ini tidak akan terjadi di kompetisi,” katanya.

Memang beberapa publik di Kota Kembang beranggapan kalau Persib belum cocok dengan skema 4-4-2. Empat pemain belakang, Nova Arianto, Maman Abdurachman, Gilang Angga dan Nyek Nyobe sering salah berkomunikasi. Sehingga pemain belakang ini kerap melakukan kesalahan. (brbl).-

Posted by: zurick zaryan | 30 Juni 2008

11 Jenazah Korban Pesawat Jatuh Tiba di Tenjolaya

Tim evakuasi korban pesawat Cassa N-211-200 milik TNI-AU yang jatuh di lereng Gunung Salak Kabupaten Bogor,Jawa Barat), Minggu (29/6) siang, berhasil membawa 11 korban yang telah dmasukkan dalam kantong jenazah.

Tim pertama yang datang di lapangan dekat bangunan vila, yang oleh masyarakat setempat
disebut Vila Sutiyoso yang berada di Kampung Curug Luhur, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membawa 11 jenazah.

Dari 11 jenazah itu, sembilan di antaranya telah diterbangkan ke Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, dengan helikopter jenis Puma, sedangkan dua kantong mayat masih dipersiapkan untuk dibawa dengan helikopter jenis Bolcow yang baru saja tiba.

Sementara itu, tujuh jenazah lainnya dari korban pesawat nahas itu, kini masih dalam perjalanan dari titik lokasi ditemukannya pesawat yang jatuh pada hari Kamis (26/6) itu, yakni di dasar jurang hutan Tegal Lilin di lereng Gunung Salak, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya.

Ke-11 jenazah itu dari titik lokasi ditandu melalui jalur darat. Delapan anggota tim SAR Gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri Badan SAR Nasional dan masyarakat setempat, menandu secara bergantian.

Asisten Operasi Kepala Staf TNI-AU (Asop KSAU) Marsekal Muda TNI Edy Hardjoko di sela-sela proses evakuasi menjelaskan seluruh proses evakuasi akan dituntaskan pada Minggu. “Untuk identifikasi korban baru akan dilakukan setibanya di Rumah Sakit TNI AU di Halim Perdana Kusuma,” katanya dan menambahkan bahwa setelah proses identifikasi akan dilaksanakan upacara kemiliteran, selanjutkan akan diserahkan kepada keluarga korban masing-masing.

Ia menambahkan, jumlah personel yang terlibat dalam proses evakuasi yang terdiri atas berbagai unsur itu mencapai 472 orang.(Ant/OL-01)

Posted by: zurick zaryan | 30 Juni 2008

KORBAN PESAWAT CASSA 212 DIEVAKUASI BESOK

Evakuasi korban pesawat Cassa 212 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang jatuh di sekitar Kampung Pasir Gaol, Desa Gunung Malang, Tapos, Bogor, Jawa Barat, akan dilakukan Sabtu (28/6) besok. Evakuasi tidak bisa dilakukan malam ini. Selain medan yang sulit dijangkau, dan penerangan minim. Selain itu, kabu tebal dan rintik hujan juga membuat evakuasi terkendala.

Sore tadi, warga kembali menemukan serpihan pesawat di sekitar Kampung Pasir Gaol, Desa Gunung Malang, Tapos. Ini merupakan penemuan kedua. Serpihan-serpihan kemudian diserahkan ke aparat polisi, Lettu Hari, untuk dijadikan sebagai barang bukti. Potongan-potongan itu dalam bentuk kecil. Belum diketahui apakah itu badan pesawat atau bagian lain.

Menurut Hari, penemu serpihan, benda tersebut ia temukan di jurang, sehingga sulit dijangkau. Pesawat terbelah dua. Serpihan kecilnya terpisah-pisah. Baling-baling terlempat sekitar 200-an meter dari badan pesawat. “Di sekitar bangkai pesawat terlihat ada empat badan manusia, tanpa bagian tubuh lain. Darah sudah kering. Di samping serpihan ada kaki dengan sepatu boot, serta earphone,” kata Hari.

Pencarian serpihan masih terus dilakukan. Pencarian tidak hanya oleh polisi, TNI AU dan Angkatan Darat, tapi juga masyarakat. Mereka mamasuki kawasan Pasir Gaol. Untuk persiapan evakuasi, pasukan sudah dikerahkan ke pos satu yang berjarak sekitar empat koilometer dari lokasi pesawat jatuh. Evakuasi besar-besaran kemungkinan baru dilakukan besok atau dini hari nanti. Karena untuk masuk ke lokasi pesawat jatuh membutuhkan waktu 4-5 jam dalam tempuh 6-7 kilometer.

Seperti diberitakan, pesawat Cassa 212 milik TNI AU jatuh. Pesawat dengan nomor registrasi A 2106 tinggal landas dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah, Kamis kemarin pukul 10.00 WIB. Penerbangan ini untuk menguji alat foto udara. Menara pengawas di Lapangan Udara Halim kehilangan kontak dengan pesawat ini sekitar sekitar pukul 10.30 WIB. Diduga pesawat mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk di sekitar Gunung Salak. Instrumen ELT atau instrumen darurat pesawat tidak berfungsi.

Sejak pagi Tim SAR melakukan penyisiran di wilayah sekitar Desa Curug Nangka, kaki Gunung Salak, Bogor. Tim SAR gabungan TNI dan Polri sebelumnya melakukan pemetaan wilayah dan pembagian tugas pencarian lokasi jatuhnya pesawat.(DOR)

sumber : metrotvnews

Posted by: zurick zaryan | 30 Juni 2008

Tim SAR Cari Titik Jatuh Pesawat Di Curug Nangka Bogor

Pesawat Casa milik TNI AU yang dinyatakan hilang sejak Kamis siang, diidentifikasi jatuh di kawasan wisata Curug Nangka, di kaki Gunung Salak, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, tim SAR Nasional dari Jakarta yang dibantu aparat terkait dan masyarakat setempat menyisir kawasan berlereng di kaki Gunung Salak, sejak sekitar pukul 18.00 WIB, untuk menemukan titik jatuhnya pesawat nahas.

Petugas Bumi Perkemahan Curug Nangka, Tamansari Bogor, Jabot mengatakan, warga sekitar mendengar suara ledakan cukup keras di atas kawasan hutan, sekitar pukul 11.30, tapi tidak mengetahui benda apa yang meledak.

Baru sekitar pukul 17.00, kata dia, sejumlah orang berdatangan ke kawasan wisata Curug Nangka, baik tentara, polisi, maupun masyarakat sipil.

“Informasi yang saya dengar, ada pesawat jatuh, tapi lokasi persisnya sedang dicari. Petugas yang dibantu masyarakat setempat kemudian menyisir kawasan hutan di sini untuk mencari titik jatuhnya pesawat,” katanya.

Sampai saat ini, belum diketahui kondisi awaknya.

Pencarian pesawat yang jatuh menarik perhatian masyarakat setempat dan kemudian ikut meramaikan kawasan wisata Curug Nangka.

Pesawat nahas tersebut adalah jenis Cassa 212 bernomor registrasi A2106. Pesawat milik TNI AU Skuadron 4 Kalijati Subang itu terbang untuk menguji alat foto udara.

Pesawat tersebut kehilangan kontak dengan menara kontrol di perkirakan saat berada di sekitar Bogor.(*)

Sumber :antara.co.id

Posted by: zurick zaryan | 30 Juni 2008

Cassa TNI-AU Hilang di Gunung Salak

Markas Besar TNI-AU kembali kehilangan salah satu pesawatnya. Pesawat jenis Cassa 212 milik Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur hilang kontak di sekitar Gunung Salak, perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi, kemarin.

Pesawat membawa 18 penumpang, termasuk awak. Misinya sedang mencoba alat baru untuk pemotretan udara. Pesawat tinggal landas dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sekitar pukul 10:00 WIB. Rencananya pesawat tersebut akan mendarat di Lanud Atang Sanjaya Bogor.

Kendati sudah dipastikan sekitar Gunung Salak, namun hingga pukul 23:00 WIB tadi malam, koordinat titik jatuhnya pesawat masih simpang siur.

Awalnya pesawat dilaporkan jatuh sekitar wilyah Nanggung-Leuwiliang. Tim SAR pun sudah bersiap menyisir Nanggung dan sekitarnya, namun tiba-tiba ada kabar dari Lanud ATS, pesawat jatuh di sekitar perbukitan Curug Nangka Kecamatan Tamansari.

Tak lama kemudian tim SAR bergerak ke Curug Nangka. Pukul 19:00 WIB tim SAR bersama warga sudah siap ke titik lokasi yang dimaksud. Namun muncul kabar terbaru, bahwa lokasi jatuhnya pesawat bukan di Curug Nangka, melainkan di Kampung Gunungsari II, Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang.

Akhirnya tim SAR bersama wartawan bergerak ke lokasi. Karena medan yang sulit plus malam yang makin larut akhirnya tim SAR memutuskan istirahat di Gunungsari, sebelum menuju bukit tempat jatuhnya pesawat.

Kapolsek Cibungbulang AKP Amas mengatakan, hingga pukul 22:30 WIB pihaknya belum mendapatkan lokasi pasti hilangnya pesawat. Namun, sejumlah personel kepolisian bersama warga telah bergerak menyisir Gunung Salak. Dia mengakui informasi lokasi jatuhnya pesawat memang terus bergeser. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek se-wilayah Kabupaten Bogor. “Kami terus koordinasi mencari lokasi yang akurat,” katanya.

Rencananya hari ini tim gabungan dari TNI AU dan AD, bersama polisi serta tim SAR akan melakukan pencarian besar-besaran.

Pencarian Dilanjutkan

Ditundanya pencarian pesawat tadi malam juga diakui Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI-AU Marsekal Pertama, Chaeruddin Ray. “Cuaca dan kondisi malam hari menjadi alasan utama kami hentikan pencarian. Seluruh pesawat pencari yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, maupun Lanud Atang Senjaya Bogor ditarik dulu ke pangkalan,” kata Chaeruddin.

Susuai jadwal, katanya, besok pagi (pagi ini, Red) pencarian dilanjutkan. Dia juga meluruskan kabar bahwa reruntuhan pesawat sudah terdeteksi di kaki Gunung Salak. Padahal kabar tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Info itu belum terkonfirmasi. Baru ada warga yang mendengar suara keras. Karena medan berat, sampai malam ini (pukul 22:30 WIB tadi malam, Red) belum ada kepastian bahwa itu benar pesawat yang kita cari,’’ ujarnya.

Pesawat tersebut tinggal landas untuk menguji alat digital air mapping dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 09:23 WIB. “Hilang kontak pukul 10:30 WIB,” terangnya. 18 personel itu terdiri atas anggota TNI-AU dari berbagai kesatuan. “Karena misi bersama, ada dari Dinas Lambangja (Keselamatan Penerbangan Kerja), Dinas Potrud (Pemotretan Udara) dan dari Departemen Pertahanan. Kapten pilotnya Mayor Penerbang Arjianto,” ujarnya.

Hingga tadi malam, TNI-AU sudah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional, Polri dan aparat TNI untuk melakukan pemantauan lewat jalur komunikasi darat. “Besok (hari ini) pagi-pagi benar kami akan melakukan penyisiran lagi,” jelasnya. Chaeruddin juga belum bisa memastikan penyebab hilangnya pesawat. “Sekarang kami konsentrasi mencari dulu,” tandasnya. (tim)
Radar

Posted by: zurick zaryan | 3 Juni 2008

KA Jabodetabek Operasikan KRL AC Malam

PT Kereta Api Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) AC ekonomi malam hari mulai 9 Juni 2008.

“Investasi untuk ini sekitar Rp400 juta. Diharapkan ada peningkatan penumpang sekitar 20 persen dari posisi saat ini sebesar 400 ribu penumpang per hari,” kata Kepala Divisi PT KA Jabodetabek, Ahmad Marzuki, kepada pers di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, pengoperasian KRL AC Malam ini merupakan respon PTB KA terhadap permintaan pelanggan, terutama di lintas Jakarta-Bogor dan Jakarta-Serpong.

Permintaannya adalah pengoperasian KRL malam, khususnya untuk keberangkatan di atas jam 20.00 WIB.

Marzuki memprediksikan, dalam 1-2 tahun, KRL Malam masih akan merugi karena penjualan tiketnya hanya Rp160 jutaan saja.

Terkait dengan kenyamanan dan keamanan di perjalanan, Marzuki berjanji akan menambah jumlah petugas jaga dan pengamanan ekstra ketat.

KRL Ekonomi AC malam ini akan berhenti di semua stasiun agar dapat mengakomodasi kebutuhan konsumen.

Ia menyebutkan, selain tiketnya tetap Rp6000 per penumpang, dari empat koridor utama pelayanan KRL di Jabodetabek, baru dua lintasan yang siap dioperasikan malam, yaitu koridor Jakarta-Serpong dan Jakarta-Bogor.

Dua lainnya adalah koridor Jakarta-Bekasi dan Jakarta-Tangerang, saat ini masih dalam proses pengkajian.

“Kalau nanti memungkinkan akan kami tambah juga,” katanya.

Pada koridor Tanahabang-Serpong, PT KA mengandalkan lintas
Manggarai-Sudirman-Tanahabang-Serpong.

Pemberangkatan dari Stasiun Manggarai dimaksudkan agar KRL dapat melayani penumpang dari daerah Sudirman, Thamrin, Tanahabang, Palmerah dan Kebayoran.

Marzuki menjelaskan, KA dari Stasiun Serpong berangkat pukul 20.00 dan tiba di Tanahabang pukul 20.36 dan di Manggarai pukul 20.48.

Kemudian, berangkat lagi dari Manggarai pukul 20.50 dan tiba di Tanahabang pukul 21.00, dan di Serpong pukul 21.36.

Berikutnya, berangkat lagi dari Stasiun Serpong pukul 22.00 dan tiba di Tanahabang pukul 22.36 dan di Manggarai pukul 22.48.

Selanjutnya, perjalanan terakhir dari stasiun Manggarai pukul 22.50 tiba di Tanahabang pukul 23.00 dan berkahir di Stasiun Serpong pukul 23.36.

Adapun untuk koridor Bogor, ditambah satu perjalanan pulang pergi yang berangkat dari Stasiun Bogor pukul 20.55 dan tiba di Jakarta Kota pukul 22.22.

KRL berangkat lagi dari Stasiun Jakarta Kota pukul 22.33 dan tiba di Bogor pukul 24.00.

sumber antara.co.id

Posted by: zurick zaryan | 13 Mei 2008

Cibitung Tengah - Tenjolaya - Bogor

Kondisi Objektif Desa Cibitung Tengah

Secara geografis, letak Desa Cibitung Tengah berada di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat (Jabar). Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cinangneng sebelah Selatan dengan Desa Tapos II, sebelah Barat dengan Desa Ciampea Udik dan sebelah Timur dengan Desa Situ Daun.

Sebagai perbatasan dengan desa lain, desa Cibitung Tengah diapit oleh beberapa arus sungai sekaligus perbatasan desa. Di sebelah Barat sungai Ciampea dengan desa Ciampea Udik, di sebelah Timur dibatasi sungai Cinangneng dengan Desa Situ Daun.

Desa Cibitung Tengah memiliki luas areal ± 1,047 ha. 176 ha. (36 %) untuk areal persawahan, 671 ha. (64 %) berupa daratan terdiri atas 523 ha. berupa perkebunan dan sisanya 148 ha. berupa perkampungan, tanah perkebunan, sarana sosial, jalan dan lain-lain.

Desa Cibitung Tengah mempunyai Rw. (Rukun Warga) sebanyak 5 RW dari jumlah RT (Rukun Tetangga) sebanyak 22 Rt dengan kapasitas penduduk 7.389 jiwa. Penduduk desa Cibitung Tengah sebahagian besar bermata pencaharian sebagai petani yaitu 1920 orang, Pegawai Negeri Sipil 240 orang, karyawan 252 orang, buruh 1440 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Mata Pencaharian

No. Jenis Pekerjaan Jumlah Keterangan
1 Petani 1920 Orang -
2 Buruh 1440 Orang -
3 PNS 240 Orang -
4 Karyawan 252 Orang -
5 Wiraswasta 480 Orang -
Total 7.389 Jiwa Penduduk Pendatang, Fertilitas dan Mortalitas belum terhitung

Sumber: Kantor Desa Cibitung Tengah Hasil Sensus Pemerintahan Tahun 2001

Kepadatan penduduk yang dialami masyarakat desa Cibitung Tengah secara sosiologis dan antropologis memiliki dua keuntungan. Di satu sisi, secara potensial kemanusiawian akan menghasilkan beberapa cipta, karya dan karsa yang beraneka ragam tergantung pada sumber daya dari diri masing-masing individu. Keaneka-ragaman potensi serta hasil dari proses eksplorasi akan membawa dampak yang besar bagi perkembangan sistem kemasyarakatan secara pesat.

Di sisi lain, penduduk juga memiliki potensi besar terhadap terjadinya permasalahan, termasuk di dalam ketegangan sosial, kecemburuan sosial, politik, ekonomi dan pendidikan. Beberapa macam kecemburuan bisa muncul sebagai permasalahan, di antaranya adalah ras aman (secara luas). Walau pun bagi masyarakat setempat rasa itu tidak pernah menjadi kendala, tapi sering kali menjadi ancaman bagi msyarakat sekitar desa Cibitung Tengah, sebagaimana pernah dituturkan beberapa warga setempat.

Dilihat dari jumlah jenis mata pencaharian, ternyata masyarakat Desa Cibitung Tengah banyak bekerja sebagai petani, sementara tanah yang banyak mereka garap adalah areal ladang pesawahan. Aliran kali Cinangneng dan Ciampea telah banyak membantu masyarakat Desa Cibitung Tengah dalam bercocok tanam meskipun areal persawahan mampu ditanami padi maksimal 3 kali dalam satu tahun. Namun, kegiatan pertanian tidak menjadi tujuan pokok para petani dan hasilnya sering tidak memuaskan. Hal itu disebabkan beberapa faktor antara lain:

  1. Ketidak-mampuan petani mengusir hama wereng
  2. Ketidak-seimbangan harga obat-obatan dengan harga penjualan gabah atau beras
  3. Terganggunya pengairan, terutama disepanjang aliran sungai Ciampea yang sampai saat ini masih berlangsungnya kegiatan penggalian batu, split dan pasir sampai ke dasarnya, sehingga banyak lahan pertanian yang mengantung tidak terairi
  4. Minimnya sumber daya petani terutama di bidang pertanian.

Kondisi itu menyebabkan pekerjaan sebagai petani khususnya warga Cibitung Tengah tidak dijadikan sebagai tujuan pokok, sehingga para petani banyak menjual lahan pertaniannya kepada orang lain guna dijadikan sebagai modal usaha. Singkatnya, kondisi objektif masyarakat desa Cibitung Tengah ditinjau dari segi geografis maupun perekonomiannya sebagai salah satu desa di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor dapat dikatakan stabil.

Adafun fasilitas yang ada di Desa Cibitung Tengah antara lain:

Fasilitas Pendidikan

4 (empat) buah Taman Kanak-kanak (TK) dan Beberapa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA)

4 (empat) buah Sekolah Dasar (SD)

6 (enam) buah Madrasah Ibtidaiyah (MI)

2 (dua) buah Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP)

1 (satu) buah Sekolah lanjutan atas (SLTA)

Pada sekitar paruh pertama tahun 2000-an, kalangan tokoh masyarakat yang memiliki basic pendidikan formal (sekolah) pernah menyelenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dengan sumber pengajar dari kalangan kiyai dan sarjana yang terdapat di wilayah sekitar desa. Hal itu, telah memberikan sumbangan yang positif dalam pendidikan masyarakat terutama sangat membantu kalangan menengan ke bawah untuk mengenyam pendidikan lanjutan.

Kehadiran lembaga pendidikan itu telah membawa kaum pelajar dari kalangan sekolah dan pesantren (santri) dapat mengikuti kegiatan pembelajaran itu. Selain memberikan fasilitas biaya yang murah, lokasi lembaga pendidikan tinggi itu dapat terjangkau masyarakat tanpa memakan biaya transfortasi yang lebih tinggi.

Sarana Pengajian

Sarana pengajian di desa Cibitung Tengah telah ada di masing-masing tempat yang mereka kelola. Bahakan di desa Cibitung Tengah, sarana pengajian sudah menjadi suatu lembaga. Sekitar enam buah Pondok Pesantren dan lembaga pengajian sebagan dipimpin oleh salah seorang pengasuh (ulama setempat). Murid pondok pesantren bukan saja dari daerah asal, melainkan juga dari luar daerah seperti Jabotabek, bahkan luar Jawa.

Fasilitas Olah Raga

Dalam bidang olah raga, masyarakat desa Cibitung Tengah telah membentuk suatu klub di masing-masing Rt/kampung, di antaranya:

  • PORCIMA (Prsatuan Olah Raga Cibitung Maduhur), yang bertempat di Rt/Rw. 11/03 Kampung Cibitung Tengah sebelah Utara.
  • BERLAP (Persatuan Olah Raga Ember dan Lap), yang terdiri dari para pencuci mobil.
  • BSW (Babakan Sekar Wangi) yang beranggotakan dua klub, yaitu PS Sekar dan PS Wangi

Potensi Keagamaan

Potensi keagamaan masyarakat Cibitung Tengah dapat dikatakan cukup baik, meskipun sebagian masyarakat hanya pengakuannya saja. Kegiatan keagamaan masyarakt Cibitung Tengah ini sangat pesat jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan di bidang lain.

Kegiatan keagamaan ini dapat terlihat misalnya dalam pengajian dan tamrinul khutbah atau da’watul Islamiyah. Para pemuka agama, khususnya pemrakarsa serangkaian program pembinaan remaja Islam masing-masing rukun kampung mengadakan suatu organisai yang bernafaskan Islam, seperti organisasi (Himpunan Angkatan Muda Dakwah Islam (HAMDI ), IRMACI dan sebagainya.

Bahkan, pada tahun 2006, para pemuda Cibitung Tengah mengadakan suatu rangkaian kegiatan untuk menghidupkan kegiatan keagamaan melalui pengajian tingkat desa. Kegiatan-kegiatan dakwah yang terjadi di desa Cibitung Tengah telah semarak serta terpadu dengan pembangunan masyarakat, sehingga dengan kegiatan dakwah itu sinar Islam dapat terpancar. Setiap insan berbondong-bondong menyongsong hikmahnya.

Banyak sudah muallaf di desa ini meraskan nilai-nilai da’wah yang bermanfaat bagi segenap masyarakat, baik berupa suasana kekeluargaan yang Islami, kualitas kerja mau pun sikap ajak-an yang mengesankan. Di desa ini, para muallaf mendapatkan pembinaan khusus. Bahkan, jika di antara mereka hendak berkeinginan menanyakan permasalahan yang berkaitan dengan hukum, maka para pembimbing para pembimbing tidak segan-segan menjawab setiap pertanyaan yang mereka ajukan.

Oleh karena itu, dalam kegiatan keagamaan perlu mendapatkan perhatian khusus dari penghidmah da’wah agar proyeksi masa depan umat Islam dapat tercapai.

Potensi Ekonomi

Ekonomi merupakan unsur yang penting dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini, kiranya juga telah menyadarkan masyarakat masyarakat desa Cibitung Tengah untuk mencari nafkah demi keluarga, anak dan isterinya. Kebanyakan masyarakat desa Cibitung Tengah bermata-pencaharian sebagai petani.

Di antara mereka ada yang memiliki ladang, tapi ada pula yang hanya pekuli saja (buruh tani). Lain halnya dengan masyarakat desa Cibitung Tengah bagian Barat, mereka banyak yang berpencaharian sebagai sopir, karena kebanyakan di antara mereka memiliki kendaraan (angkutan pedesaan), tapi sebagian ada juga yang hidupnya menjadi petani.

Di Cibitung bagian Selatan, tepatnya yang terletak tidak jauh dari kaki Gunung Salak, mayoritas mata pencaharian mereka sebagai tukang tembok (bangunan). Alasannya, karena dahulu orang tua mereka sebagai tukang tembok, karena itu tidak heran jika anak cucu mereka menjadi tukang tembok. meskipun demikian, sebagian kecil di antara mereka bermata pencaharian sebagai petani. Berbeda dengan warga Cibitung Kaum, kebanyakan mereka lebih memilih sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu dikarenakan, sejak dulu, Cibitung Kaum memang pernah menjadi pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam. Tapi, ada juga di antara mereka memilih menjadi sebagai sopir dan petani. Begitulah kehidupan manusia yang serba-serbi dan aneh-aneh. Layaknya dalam perekonomian, pasar merupakan tempat manusia menunaikan transaksi perdagangan (jual beli) dalam jumlah yang lebih besar, karena di dalam pasar berbagai macam barang dapat diperjual-belikan.

Sejak lama, masyarakat Cibitung Tengah telah memiliki dan membentuk lemabaga perdagangan ini melalui “pasar harian” yang sering masyarakat sebut sebagai Pasar Jum’at. Semula pasar Jum’at beroperasi tiap hari jum’at, tapi seiring tuntutan kebutuhan masyarakat yang setiap saat menghendaki perubahan khususnya dalam bidang ekonomi, Pasar Jum’at mengalami perubahan baik secara material bangunan fisiknya maupun pengunjungnya yang setiap saat bertambah dan berkembang.

Kini, Pasar Ju’mat telah beroperasi setip hari, sehingga warga sekitar khususnya dapat melakukan aktifitas perekonomian di pasar tersebut. Meski lokasi Pasar Jum’at berada di tengah-tengah perkampungan warga setempat, pasar tradisional itu cukup besar layaknya pasar-pasar tradisional di perkotaan.

Potensi Sosial dan Budaya

Dilihat dari keadaan sosialnya, kehidupan masyarakat desa Cibitung Tengah sangat rukun dan damai. Bahkan, apabila di antara rukun kampung misalnya sedang mengadakan pemembangunan masjid, masyarakat warga sekitar hidup dalam keadaan saling berkaitan, kerja sama dan saling tolong di kehidupan sosial. Tidak hanya itu, dalam pembangunan jalan warga sering melakukannya secara gotong royong.

Di bidang kebudayaan, masyarakat membentuk beberapa seni budaya. Dalam bidang kesenian, masing-masing warga mempunyai group kesenian seperti qasidah (yang paling membudaya di daerah tersebut). Di kalangan pengajian atau pesantren kesenian budaya ini dapat terlihat seperti:

Group Qasidah Al-Hikmah di Rt/Rw 11/03

Group Qasidah Ar-Rahmah di Rt. 08

Group Qasidah Al-Ghazali di Rt. 12

Group Qasidah Nurul Anwar, bertempat di Ponpes Nurul Anwar Rt. 12, dan group qasidah lainnya.

Dalam seni bela diri, masyarakat desa Cibitung Tengah mempunyai keyakinan masing-masing, di antaranya menganut bela diri Cimande, ilmu kesucian Al-Hikmah, dan kesenian bela diri lainnya. Tapi, mereka hidup secara rukun, damai dan saling penuh pengertian walau pun di antara mereka berlainan aliran dalam bidang seni bela diri.

~ by Najmu on November 20, 2007.

Posted by: zurick zaryan | 13 Mei 2008

TEMPAT WISATA CURUG LUHUR

Kurang lebih 1 - 2km ke arah Timur dari Curug Nangka terdapat satu buah air terjun yang cukup terkenal di wilayah Kab. Bogor dengan nama Curug Luhur. Lokasi Curug Luhur ini terletak persis disamping jalan raya kawasan Bogor - Gunung Salak Endah, sehingga untuk bertandang kelokasi ini, bisa menggunakan angkutan umum dan mungkin hal ini pulalah yang menyebabkan Curug Luhur cenderung ramai dikunjungi wisatawan.
Perjalanan dari areal parkir menuju lokasi curug sangatlah mudah dan telah dibuatkan dalam bentuk undakan semen yang menurun hingga ke lokasi. Praktis banyak wisatawan dalam berbagai usia mendatangi curug ini, mengingat tidak diperlukan stamina yang cukup besar untuk mencapai lokasi wisata. Berbagai bangunan nampaknya sedang dibangun guna mendukung sarana dan prasarana, suatu hal yang menunjukkan tingkat kepedulian yang cukup tinggi dalam upaya pengembangan curug ini. Namun nampaknya areal perkemahan tidak tersedia disini, mengingat area terbuka dan datar yang ada sepertinya kurang cukup luas.
Mendekati lokasi utama Curug Luhur terdapat sederet limpahan air yang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yang bisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambil menikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebut ditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu dengan limpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengah bawah area.
Curug Luhur, seperti halnya Curug Nangka memiliki dua buah air terjun utama, bedanya bila di Curug Nangka letaknya terpisah, sedangkan di Curug Luhur letaknya sejajar. Air yang melimpah di Curug Luhur ini pun cukup deras, meskipun musim kemarau belum berakhir saat penulis mengunjungi lokasi wisata ini. Konon, sebenarnya cuman ada satu air terjun di kawasan ini, namun penduduk setempat membuat cabang baru pada aliran sungai dan membelokkannya sehingga tercipta air terjun baru. Dikarenakan letak air terjun yang baru itu sedikit lebih tinggi, maka air yang mengalirpun tidaklah sederas air terjun utama, namun demikian telah mampu memberikan panorama tambahan yang menarik pada objek wisata ini.
Bila ingin menimati curug namun enggan diterpa sinar matahari, disekitar curug juga terdapat tempat-tempat berteduh . Umumnya tempat-tempat semacam ini didominasi oleh pasangan muda-mudi yang sedang dilanda asmara untuk berbagai cerita dan janji
Terkadang tak jarang pula para pengunjung menceburkan diri ke kolam yang cukup besar yang terletak dibawah curug tersebut untuk sekedar berendam membasahi tubuh atau berenang-renang kecil antar tepian kolam. Dilokasi ini banyak terdapat kolam buatan yang airnya sengaja dibuat melimpah ruah, sehingga bunyi derasnya aliran air yang mengalir dan akhirnya menyatu kesebuah sungai sangatlah dominan mewarnai objek wisata Curug Luhur.

Posted by: zurick zaryan | 13 Mei 2008

Wabah Cikungunya Kembali Menyerang Bogor

74 Warga Jadi Korban

BOGOR - Kota Bogor kembali diserang wabah cikungunya, kali ini 74 orang warga Kampung Muara RW 11 Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat telah menjadi korban akibat wabah tersebut. Meski telah menyerang puluhan warga, namun Dinas Kesehatan Kota Bogor belum juga memberikan bantuan pengobatan terhadap para korban…

Puluhan Anjal Dan Gelandangan Terjaring Razia
BOGOR - Puluhan Anak Jalanan (Anjal) dan Gelandangan yang biasa mangkal dibeberapa sudut jalan di Kota Bogor terjaring razia Satpol-PP Kota Bogor, Selasa (13/5). Dari anjal dan geandangan yang terjaring razia tersebut, mayoritas adalah muka-muka lama yang sering terjaring razia yang sama sebelumnya. Mereka yang tersebut dikenakana sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) secara langsung yang digelar di markas Satpol-PP Kota Bogor…
Papan Reklame Dan Spanduk Liar Dibredel
BOGOR - Keganasan Trantrib Pemerintah Kota Bogor kembali terulang, kali ini korbannya adalah puluhan papan reklame dan spanduk liar alias yang tidak pernah melakukan pembayaran administrasi pajak perbulannya kepada Pemerintah Kota Bogor. Aksi pembredelan papan reklame dan spanduk liar tersebut dikerjakan oleh petugas trantrib Pemkot Bogor yang terdiri dari petugas Dispenda, Satpol-PP dan DLLAJ Kota Bogor, Selasa (13/5) dibeberapa lokasi terpisah, seperti di Jl. Padjadjaran, Sukasari, Tajur, Empang, Perintis Kemerdekaan dan Jembatan Merah…
Posted by: zurick zaryan | 13 Januari 2008

HAMDI (Himpunan Angkatan Muda Dawah Islam)

:: SEJARAH SINGKAT

Sekitar bulan April 1972 sekelompok remaja yang terdiri dari lima pelajar siswa PGAN 6 Tahun Bogor yaitu: Djaja Sudirja, ME Zarkasyih, Ucu Jamaludin, Aep Saepudin (KH Sujai), Asep, dan lima siswa/i PGA 4 Tahun Nurul Ummah (Nagrog), yaitu Hadi Widjaya, Mumun Harmunah, Aan Suhammah, M. Dudung, dan M Emed mengadakan suatu gagasan untuk memajuka ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk kepentingan agama serta serta menentang kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak mendidik generasi khususnya pengajian Al-Hikmah dan umumnya untuk umat manusia.

Da’wah merupakan sarana yang tepat untuk membentuk remaja dan membimbingnya demi kelancaran dan terciptanya kegiatan tersebut. Maka, pada penghujung bulan April tahun 1972 tepatnya malam minggu dimulailah kegiatan acara latihan da’wah.

Dengan pergeseran waktu dan sarana lokasi yang tersedia, kegiatan Hamdi mengalami beberapa kali perubahan tempat. Namun, perubahan itu tidak mempengaruhi kelancaran acara.

Tempat terakhir yang sampai kini terpakai untuk kegiatan, yaitu di Majelis Ta’lim Al-Hikmah Desa Cibitung Tengah Tenjolaya Bogor Rt/Rw 11/3.
Pada 20-6-1985M/1 Syawal 1905 H, terjadi perubahan yang pertama dalam melangkah untuk menyempurnakan kegiatan acara latihan da’wah, yaitu dengan disusunnya kepemimpinan atau dibentuk suatu organisasi Himpunan Angkatan Muda Da’wah Islam (HAMDI).

Seiring perkembanga zaman, pada tanggal 1986 M kembali terjadi penyempurnaan yang kedua kali dalam pengelolaan kegiatan untuk lebih mengaktifkan jalannya cita-cita dengan gagasan bapak Imam Supandi BA dari Bogor.

Semenjak itu, Sabtu malam Minggu sebagai malam yang tidak akan mengganggu siswa pengajian dalam pelajaran di sekoleh maing-masing dan saat itulah untuk malam acara latihan da’wah secara rutin yang dalam pelaksanaannya terdiri dari siswa/i pengajian Al-Hikmah di bawah asuhan M Apipudin (alm), dan terbuka untuk umum.

Pemuda-pemudi Hamdi anggotanya bukan hanya datang dari kalangan masyarakat sekitar, tapi juga dari berbagai wilayah di Bogor. Hingga kini, pengajian HAMDI masih dapat terlihat meskpun telah mengalami pasang surut.

:: PROFIL ORGANISASI

Nama : Himpunan Angkatan Muda Dakwah Islam (HAMDI)
Sekretariat : Majlis Ta’lim Al-Hikmah Jl. Abdul Fatah, Pasar Jumat Km. 07 Jl. Raya Cinangneng Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolya Kabupaten Bogor
Tahun Berdiri : 1972 M
Dewan Pendiri :

  1. Drs Djaja Sudirja
  2. ME Zarkasyih
  3. Drs Ucu Jamaludin
  4. Aep Saepudin (KH Sujai)
  5. Asep
  6. Hadi Widjaya
  7. Mumun Harmunah
  8. Aan Suhammah
  9. M Dudung Spd
  10. M Emed

Dewan Pembina

Kepala Desa Cibitung Tengah
Bapak Edi Sahedi Cinangneng
Bapak Abul Husen

Dewan Guru

Bapak Ust. M Idris Samsul Budaeri
Bapak Ust Adin
Bapak Ust M Subki Ahmad
KH Aceng Situdaun*
Ust Hj Ijah Situdaun*

Visi-Misi

  • Hamdi berdiri tegak di tengah-tengah pergolakan remaja yang kini berada pada situasi demoralisasi menyeru ke jalan yang benar untuk kembali ke ajaran Islam dalam melaksanakan fihrahnya sebagai manusia dalam upaya “mardhlotillah”
  • Hamdi tidak membatasi diri dengan teritorial melainkan suatu himpunan yang “rahmatan lil alamin” sebagai mana perintah Rasulullah Saw dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik.
  • Hamdi tidak pernah mengadakan campur tangan dan tidak akan pernah terjadi untuk mencampur tangani ataupun dicampur-tangani oleh suatu kelompok, apalagi untuk menginduk seseorang melainkan berdiri dengan sendirinya di atas reel al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw
  • Hamdi tidak mempersempit kesempatan bagi salah seorang anggotanya untuk bergabung dan aktif dalam organisasi selainnya. Namun, hal ini terjadi hanya pada yang bersangkutan dan sedikit pun tidak mempengaruhi organisasi Hamdi karenanya bukan merupakakan suatu lindungan atau pun sebagai duta.
  • Hamdi dalam sepanjang perjalanannya memikul beban yang berat yang telah diberikan sama pelopornya untuk melaksanakan amanat itu dengan tegar dan jujur kendati panas digenggam bagai bara. Hanya kepada Allah Swt, kami mengabdi dan kepada-Nya pula kami memohon perlindungan. (Catatan Hadi Wijaya, Cibitung 1 syawal 1405 H).

Dewan Pengurus Tahun 2003 s.d. Sekarang

Ketua : Lukman Abdul Hakim
Wakil : Imam Santoso S.pdi
Sekretaris : Jaka
Bendahara : Siti Maria Ulfah Spd.i
Seksi-Seksi
Sie SDM : Najmudin Ansorullah SHI
Sie Kepemudaan : Muhyidin (Cule/Kepala Pemuda)
Sie Logistik : Oban Su’banul Munir
Sie Humas : Anwar Ghazal
Sie Kesenian : Siti Maesaroh

Catatan: * Pengajar tidak tetap

Sekretariat:

Majis Taklim Al-Hikmah
Jl. Abd. Fatah, No 70 Km. 07 Pasar Jumat-Jl. Raya Cinangneng,
Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolya
Kabupaten Bogor (16620)

E-Mail: najmudinansorullah@yahoo.com
© Copy Right 2007

Older Posts »

Kategori